Sedulur Sikep Klaim Tak Pernah Menolak

183

SEMARANG – Sedulur Sikep di Kabupaten Pati mengaku tidak pernah menolak pendirian pabrik semen. Bagi mereka, terserah PT Semen Indonesia (SI) mau dibangun atau tidak. Toh lahan tersebut milik PT SI.

Sutoyo, salah satu tokoh Sedulur Sikep asal Dukuh Bombong, Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Pati mengatakan, ajaran kaum Samin tidak pernah melawan pemerintah. ”Itu lahan mereka sendiri. Mau dibangun atau tidak, ya terserah. Kami tidak menolak dan tidak menyuruh,” ucapnya.

Menurutnya, jika ada orang yang mengaku Sedulur Sikep tapi menolak pabrik semen, bahkan menggelar demo berhari-hari di depan kantor pemerintahan, bisa jadi itu hanya mengaku-ngaku orang Samin. Meski begitu, dia tidak mempersoalkan oknum Samin tersebut. Hanya saja, dia meminta oknum tersebut untuk tidak mengatasnamakan Samin untuk meraup keuntungan.

Dia membeberkan, Gunretno, tokoh penolak pabrik semen, telah mengatasnamakan Komunitas Sedulur Sikep untuk mencapai kepentingan pribadinya. Sutoyo mengaku, dirinya pernah didatangi sejumlah orang yang ingin mengecek penyaluran bantuan untuk Sedulur Sikep. Di antaranya bantuan benih tanaman dan uang sebesar Rp 150 juta dari sebuah perusahaan besar di Semarang. Bantuan itu diminta oleh Gunretno, atas nama Komunitas Sedulur Sikep.

”Sikep cuma jadi atas nama. Demo atas nama orang Sikep, minta ini minta itu atas nama Sikep. Yang memberi itu ke sini tanya saya, mengecek, apakah bantuan sampai. Wah ini Sikep cuma dipakai sebagai badut (topeng) anak-anak, tidak tahu rasanya nangka tapi malah kena getahnya,” bebernya dengan bahasa Jawa ngoko.

Bagi Sutoyo dan tetua Sikep lainnya, Gunretno yang memimpin demo penolakan pabrik semen adalah orang Sikep yang sudah lupa pada ajaran leluhur. Ajaran Samin Surosentiko melarang anak cucunya mengumbar suara, iri, dengki, dan menjelek-jelekkan orang lain.

Dia mengaku, sebenarnya pernah bicara langsung dengan Gunretno. Tapi Gunretno malah mengalihkan pembicaraan. ”Malah ngomong soal gunung dan mata air. Saya bilang tidak bertanya itu, saya bertanya demo itu ajarannya orang Sikep mana,” jelasnya.

Sutoyo pun pernah diajak berpartisipasi dalam demo menolak pabrik semen. Baik di Rembang maupun di Pati oleh Gunretno. Tapi Sutoyo tidak mau. Menurutnya yang ikut demo dari orang Sedulur Sikep cuma beberapa. Justru banyak orang dari desa lain yang didandani mirip orang Sikep.

Tokoh Sedulur Sikep lain, Manio menambahkan, leluhurnya mengajarkan untuk tidak mencampuri urusan orang lain. Artinya, menolak pendirian pabrik semen di lahan mereka sendiri, bukan ajaran Sedulur Sikep. ”Sikep melarang demo, mencaci maki orang lain, dan ikut campur pada urusan orang lain,” bebernya.

Dijelaskan, Komunitas Sikep tidak ada di Rembang. Hanya ada Pati, Kudus, Blora, dan Bojonegoro, Jawa Timur. ”Kami tidak boleh ngurusi dan ngrusuhi yang bukan hak kita. Lagi pula memanfaatkan alam untuk kesejahteraan manusia itu boleh, kalau memang nanti jadinya merusak pasti akan kena hukum alam sendiri,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here