Peserta Diklat P4GN Ikuti Test urine

549
PELATIHAN : Wakil Bupati Pekalongan saat memberikan arahan dalam Diklat Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba Tingkat Kabupaten Pekalongan, di Gedung Pemuda, Kajen. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PELATIHAN : Wakil Bupati Pekalongan saat memberikan arahan dalam Diklat Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba Tingkat Kabupaten Pekalongan, di Gedung Pemuda, Kajen. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN – Sebanyak 50 pemuda dari berbagai desa yang ada di 19 kecamatan, Kabupaten Pekalongan menjadi peserta Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba Tingkat Kabupaten Pekalongan, Selasa (7/3) kemarin. Namun sebelum mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) di Gedung Pemuda, Kajen tersebut, mereka mengikuti test urine yang diadakan oleh Badan Narkotika Nasional Daerah (BNND) Kabupaten Pekalongan.

Meski hasilnya negatif dan tidak ada peserta yang positif menggunakan narkoba, namun puluhan pemuda desa tersebut sempat grogi dan gugup ketika petugas membagikan cawan kecil untuk menjalani test urine.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Bambang Irianto, mengungkapkan bahwa tujuan pelatihan untuk memberikan pemahaman bagi para pemuda sebagai generasi penerus agar berperilaku hidup sehat. Dengan begitu, peserta pelatihan lebih memahami tentang bahayanya narkoba demi terciptanya kader anti narkoba yang berkualitas.

Menurutnya, 50 peserta diklat tersebut adalah tokoh pemuda desa yang tersebar di 19 kecamatan. “Para pemuda peserta diklat ini diharapkan bisa menjadi benteng anti narkoba di masing-masing desanya. Mereka adalah para pemuda berprestasi,” ungkap Bambang Irianto.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Arini Harimurti yang menjabat Ketua Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Pekalongan mengatakan bahwa peserta diklat adalah generasi bangsa yang akan menjadi kader P4GN. Generasi yang membangun kekuatan moral dari diri sendiri. Sehingga memiliki rasa kepedulian dan kepekaan, terhadap permasalahan sosial, termasuk dengan narkoba. “Para pemuda peserta diklat ini, diharapkan mampu menjadi agen perubahan sosial di desanya masing-masing. Artinya, adik-adik disini dapat merubah hal-hal yang kurang bagus menjadi bagus. Karena itu, ide kreatif dari para pemuda sangat dinantikan, sehingga desa menjadi maju dan sejahtera,” kata Wabup Arini.

Wabup Arini juga menegaskan bahwa pihaknya saat ini gencar memerangi narkoba, mengingat sudah ada beberapa pemuda yang terkena dan menjadi pasien pengguna narkoba. Karena itu, perlu dicegah dari awal. yakni dengan memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan memberikan pelatihan terhadap pemuda sebagai kader P4GN. “Kita lebih baik mencegah bahaya narkoba sejak awal. Pemuda juga harus terlibat dalam pencegahan ini. Karena pemuda adalah benteng di depan untuk pencegahan bahaya narkoba,” tegasnya. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here