33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Perhutani Ogah Disebut Penyebab Banjir Dieng

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

WONOSOBO—Spekulasi beberapa pihak yang menuding bahwa penyebab banjir Dieng dipicu banjir kiriman atau longsoran dari lahan Perhutani, serta-merta dibantah pihak Perhutani Kedu Utara. Alasan mereka, luasan area lahan milik Perhutani, hanya sepertujuh dari total lahan yang ada di wilayah Dieng.

Perhutani pun buru-buru mengklarifikasi bahwa longsor besar yang terjadi di kawasan Gunung Perahu–sebagaimana yang dituduhkan sebagai penyebab terjadinya banjir bandang dua pekan lalu—bukanlah tanah milik Perhutani.

“Di Gunung Perahu memang terjadi longsor kecil-kecil waktu itu. Tapi nggak sebesar yang terlihat dari desa. Kalau yang itu bukan milik Perhutani,” kata Asper Kedu Utara, Firmansyah, meluruskan isu yang berkembang, akhir-akhir ini.

Ia meneguhkan pendapatnya bahwa di area Dieng, lahan yang dimiliki Perhutani hanya 2.535,36 hektare (ha). Atau, sepertujuh lahan milik warga. Karena itu, tidak tepat jika pemicu banjir dan longsor lembah Dieng, semata-mata karena kiriman air dan material longsor dari lahan Perhutani.

Ia juga mengklarifikasi anggapan bahwa hutan area Dieng saat ini telah rusak. Firmansyah menegaskan, pohon keras di area hutan Dieng sampai saat ini masih terjaga. Adapun isu banyak pohon keras yang dicabuti, bukanlah tanaman yang berada di lahan Perhutani. “Nggak ada, kalau yang dicabuti itu tanaman keras di lahan warga. Yang mana dulu pernah ada program penanaman.”

Mandor pendamping tingkat desa, Edi Haryanto, yang turut mendampingi Asper membeber, kerusakan hutan pernah terjadi pada 1998-2000-an. Selepas itu, hutan Kedu Utara kembali membaik setelah dilakukan reboisasi terus-menerus. Dikatakan, sejak awal, hutan di area Dieng dinyatakan sebagai hutan lindung. Artinya, tak bisa diswakelolakan dengan masyarakat. Hutan hanya difokuskan untuk ditanami pohon keras.

Penanaman sangat rapat, berjarak tanam 3×2 meter. Artinya, setiap hektare tanah Perhutani Kedu Utara di kawasan Dieng, berdiri 1.600-an pohon keras. Bahkan, tanaman keras tidak boleh dilakukan penjarangan. Jenis pohon yang ditanam pun telah disesuaikan. Antara lain, pohon Bintami, Ikaliptus, Keningar, dan Akasia Decuren. “Kalau ada yang bilang banyak yang mati pasti ada, tapi jumlahnya tak terlalu banyak,” katanya. (cr2/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Macam-Macam Salat Sunnah yang Dilaksanakan Berjamaah

Pertanyaan : Assalamu'alaikum Pak Ustadz, mau tanya. Selain salat tarawih, halat sunah apa yang boleh dilaksanakan dengan berjamaah? Salat sunah apa yang bacaan Al-Fatihah dan...

Akad Kredit Apartemen

PT PP Properti Tbk dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan penandatanganan kredit yasa griya (KYG) dan Penandatanganan Akad Kredit Pemilikan Apartment (KPA)...

Wali Kota Hendi Turunkan PBB 2018

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Banyaknya keluhan masyarakat yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Semarang atas kenaikan PBB pada tahun 2018, ditindak lanjuti oleh Wali Kota Semarang,...

Literasi Digital di Era Digital

RADARSEMARANG.COM - LITERASI digital bermakna kemampuan berhubungan dengan informasi hipertekstual, dalam artian membaca non-sekuensial berbasis sistem komputer atau platform digital (Davis & Shaw, 2011)....

Targetkan ZIS Rp 3 Miliar

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Demak tahun ini menargetkan bisa meraup tarikan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp 3 miliar....

Ada 10 Peringatan, Kecelakaan Tak  Berkurang

RADARSEMARANG.COM - Sejumlah jalan di Jawa Tengah memiliki kemiringan cukup ekstrim. Biasanya disebut tanjakan maut. Sebab, kondisi ini memicu terjadinya kecelakaan hingga memakan banyak...