Pedagang Minta Sarpras Pendukung

179

SEMARANG – Sejumlah pedagang bunga mengeluhkan kurang lengkapnya fasilitas di Pasar Bunga Kalisari. Selain tidak adanya saluran air, atap penahan terik matahari dan hujan diharapkan untuk segera dibangun. Sehingga aktivitas pedagang dan kenyamanan pembeli tak terganggu.

Dampak tak adanya saluran air tersebut memaksa pedagang membuang air sembarangan. Di samping itu, keindahan pasar terabaikan dan kesan kumuh juga menjadi persoalan baru. Padahal pasar bunga yang berada di Jalan dr Soetomo tersebut diproyeksikan menjadi pasar bersih, rapi dan modern.

Salah satu pedagang bunga, Madalena Yuniwati mengatakan, air bekas cucian bunga terpaksa dibuang begitu saja. Hal itu terjadi lantaran tidak ada gorong-gorong. Di sisi lain, tidak adanya kanopi berimbas kepada aktivitas berdagang menjadi terganggu. ”Kalau hujan, air datang dari sudut depan dan belakang. Sehingga kanan kiri basah,” katanya.

Selain itu disampaikan pula bahwa fasilitas pembuangan sampah belum maksimal. Alhasil, sampah pedagang bunga seperti tangkai-tangkai bunga juga menumpuk di beberapa sisi. ”Kapasitas sampah perlu ditambah agar sampah tidak menumpuk, meskipun sampah bunga sifatnya organik,” katanya.

Tak hanya itu saja. Tidak adanya sekat pembatas antarlos juga menjadi persoalan tersendiri. Hal itu berdampak penataan terkesan amburadul. Di sisi lain, privasi antar pedagang menjadi terganggu. ”Tidak ada sekat antarlos berdampak hilangnya privasi antar pedagang. Sehingga ke depannya harus dibuatkan oleh pengelola mengingat desain awal pembangunan, tiap los dibatasi dinding-dinding pemisah,” ujar salah satu pedagang yang tak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Bunga Kalisari, Susmiyanto, mengatakan fasilitas yang ada memang belum cukup memadai seperti tidak adanya sekat pembatas, kanopi, dan saluran air. Kendati demikan, ia mengaku sudah melakukan komunikasi kepada dinas terkait. (mg28/ric/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here