Jukir Terancam Kena Pidana Pungli

264
SERAHKAN: Perwakilan juru parkir menerima tongkat senter parkir dari Kepala Dishub Kota Magelang Suryantoro, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)
SERAHKAN: Perwakilan juru parkir menerima tongkat senter parkir dari Kepala Dishub Kota Magelang Suryantoro, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG – Juru parkir (jukir) di Kota Magelang diminta menyerahkan tiket parkir sebagai tanda legalitas sebuah perparkiran kepada pemilik kendaraan. Jika tidak dilakukan, juru parkir akan terkena jeratan tindak pidana pungutan liar alias pungli.

“Kalau (tiket) tidak diberikan, namanya pungutan liar. Bisa-bisa kena pengawasan satuan tugas sapu bersih pungli,” kata Kepala Dishub Kota Magelang, Suryantoro, saat memberikan pembinaan kepada jukir se-Kota Magelang di aula kantor setempat, kemarin. Karcis, lanjut Suryantoro, merupakan bukti legalitas perparkiran.

Jukir juga diminta mewaspadai parkir ilegal. Karena itu, jukir wajib mengenakan atribut dan tanda pengenal saat bertugas. “Supaya masyarakat bisa membedakan dan mengenali antara parkir liar dengan yang tidak.” Suryantoro juga meminta para jukir mencurigai jika ada “oknum” yang ingin menggunakan kesempatan untuk merampas kendaraan maupun barang-barang berharga yang dipunyai pemilik kendaraan. Ia berharap, jukir ikut mengawasi dan memastikan lingkungan sekitarnya aman.

Tak kalah penting, menurut Suryantoro, jukir diminta menggunakan tongkat senter parkir. Alat ini digunakan jukir ketika bertugas pada malam hari. “Banyak pengendara motor yang sering ngebut. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, saat malam hari jukir wajib menggunakan senter.”

Kabid Lalu Lintas dan Perparkiran, Dishub Kota Magelang, Chandra Wijatmiko menambahkan, jukir harus mengedepankan pelayanan dan etika. Tidak hanya muncul ketika hendak menarik uang parkir dari pelanggan. “Ingat, kita ini melayani masyarakat. Maka harus memberikan pelayanan yang terbaik. Tarik uang parkir sesuai ketentuan. Kalau uangnya sisa, mohon dikembalikan.”

Disisi lain, Chandra mengaku belum semua ruang milik jalan (rumija) terpasang papan informasi parkir. Sehingga masih terjadi pelanggaran. Ke depan, jumlah papan informasi akan diperbanyak. “Yang sudah kami pasang di Ngesengan, Jalan Pemuda, Jalan Alun-Alun di depan Masjid Agung.”

Kanit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Lalu Lintas, Satuan Lantas Polres Magelang Kota, Iptu Hery Saktiyono mengaku masih sering menjumpai jukir maupun pengendara yang tidak taat aturan. Mulai dari cara memarkirkan kendaraan tidak sesuai sudut yang ditentukan, hingga parkir sembarangan.

“Masih ada yang menggunakan trotoar untuk parkir. Kemudian, ada jukir yang mengunaakan belokan sebagai tempat parkir. Padahal, sangat menganggu manuver kendaraan,” kata Hery.

Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana, juga hadir dalam pembinaan jukir. Ia berkomitmen akan terus mendukung kegiatan razia kawasan tertib lalu lintas (KTL). Dalam kesempatan yang sama, Dishub Kota Magelang menyerahkan tongkat senter parkir kepada jukir di Kota Magelang. (put/isk)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here