BNN Gagalkan Peredaran Sabu Semarang

644
DIPERIKSA : Tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu saat dimintai keterangannya di Kantor BNN Batang. (Dok BNN Kabupaten Batang)
DIPERIKSA : Tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu saat dimintai keterangannya di Kantor BNN Batang. (Dok BNN Kabupaten Batang)

BATANG-Aparat gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batang bersama BNN Provinsi Jawa Tengah kembali menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Batang Pekalongan. Sabu yang gagal diedarkan tersebut dipasok dari Kota Semarang.

“Kami berhasil membekuk seorang tersangka pengedar narkotika jenis sabu, LS, 43, asal Kelurahan Poncol Kota Pekalongan. Pelaku kami tangkap saat akan beraksi di depan SPBU Binagriya Medono Kota Pekalongan,” jelas Kepala BNNK Batang, Teguh Budi Santoso, saat mengelar pertemuan dengan awak media di kantornya Matangan Raya Batang, Selasa (7/3) kemarin.

Keberhasilan pengungkapan jaringan peredaran gelap narkotika golongan I ini, menurut Budi, berasal dari informasi masyarakat tentang adanya peredaran narkotika di wilayah Batang-Pekalongan. Atas informasi tersebut, Kompol Syafril, SH selaku Kepala Seksi Pemberantasan BNN Kabupaten Batang langsung merespon dengan melakukan pembuntutan secara sistematis (surveillance) selama beberapa hari. Dengan tujuan, mengetahui pergerakan peredaran gelap narkotika tersebut, baik peredaran maupun penggunanya.

Setelah dilakukan pengintaian beberapa hari, tim dari BNN langsung menyergap tersangka saat akan melakukan transaksi. Tepatnya di depan SPBU Medono, yang jaraknya hanya 300 meter dari kompleks Pemkot Pekalongan. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti berupa satu paket sabu. Yang diperkirakan seberat 10 gram, yang dikemas dalam bungkus bekas plastik kopi sachet capucino.

Setelah dimintai keterangan di kantor BNNK Batang, tersangka LS diamankan dan dibawa ke kantor BNNP Jawa Tengah di Jalan Madukoro Semarang, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari pengakuan LS, selama diperiksa, setiap kali transaksi selalu berpindah tempat untuk meninggalkan jejak. Juga diakui, bahwa sabu yang akan diedarkan berasal dari Semarang. “Tersangka mengaku, sabu yang dimiliki tersebut, dipasok dari wilayah Semarang. Dan rencananya akan diedarkan di wilayah Pekalongan dan Kabupaten Batang,” jelasnya.

Dengan penangkapan tersebut, BNNK Batang berhasil memutus wilayah peredaran sabu yang akan masuk wilayah Kabupaten Batang, terutama yang dipasok dari Semarang. Karena sebelumnya, sabu yang akan diedarkan di Lapas Kelas 2A Pekalongan, juga berasal dari Semarang. (han/ida)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here