256
AIR MATI: Warga Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan mengambil air bersih dari masjid Khusnul Khotimah. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)
AIR MATI: Warga Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan mengambil air bersih dari masjid Khusnul Khotimah. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)

MAGELANG – Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang dikeluhkan sejumlah pelanggan. Utamanya warga Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan yang sudah dua bulan silam merasakan distribusi air bersih tidak mengalir lancar.

Macetnya distribusi air bersih di perumahan padat penduduk ini memaksa warga setempat harus mengambil air dari masjid setempat. Pantauan Jawa Pos Radar Kedu Selasa (7/3), di salah satu lorong gang Kelurahan Magersari, beberapa warga rela mengantre dengan membawa beberapa ember. Warga terlihat sabar mengantre di depan keran air masjid Khusnul Khotimah.

”Saya hampir setiap hari mengambil air dari pukul 06.00-08.00. Ini untuk kebutuhan mandi, masak, minum dan lainnya,” kata salah satu warga RT 06 RW 04, Kelurahan Magersari, Yulaika, kemarin.

Yulaika terpaksa ngangsu atau mengambil air bersih dari sumur bor di masjid lantaran aliran air di wilayahnya sejak Februari silam tidak lancar. Selain air mengucur sangat kecil, pada minggu-minggu tertentu aliran air bisa mati. Untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup keluarganya, Yulaika rela bolak-balik sejauh 100 meter dari rumahnya.

”Sehari bisa bolak balik 20 kali. Kalau kurang bisa balik ke masjid lagi,” ungkap Yulaikha.

Warga yang juga mengantre air bersih, Gunarsih, mengaku rela menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan air layak konsumsi. Kegiatan ini sudah dijalani Gunarsih kurang lebih selama dua bulan.

”Di tempat saya, air mulai tidak lancar sejak dua bulan lalu. Air PDAM di rumah saya tiba-tiba mampet dan tidak ada pemberitahuan dari petugas PDAM,” ujar Gunarsih yang setiap hari mengisi air sebanyak tiga kali di ember ukuran tanggungnya.

Santoso, warga RT 6 0 RW 04 juga merasa aliran air bersih tidak seperti biasanya. Bila mengalir pun, arus air diketahui relatif kecil. ”Air mengalir tetapi kecil. Itu pun hanya sebentar,” keluh Santoso, kemarin.

Rasa kecewa Santoso tidak bisa terbendung. Sebab, air bersih merupakan kebutuhan pokok sehari-hari. Baik untuk minum, memasak, mandi hingga mencucui pakaian. Kondisi memprihatinkan ini praktis mengganggu aktifitas warga.

”Kadang mengalir tapi di luar dan tidak bisa masuk ke rumah. Padahal warga sebagai pelanggan sudah patuh membayar tagihan bulanan,” jelas Santoso dengan nada kesal.

Hal senada juga diutarakan Ketua RT 06 RW 04 Susanto. Warga harus memutar otak untuk terus mendapatkan air sebagai sumber kebutuhan dasar hidup. Warga terpaksa berjalan puluhan hingga ratusan meter untuk mengambil air dari sumur di masjid terdekat.

”Warga selalu tertib pada pemerintah dalam hal membayar kewajiban seperti pajak tagihan air dan lainnya. Tapi pelayanan kok tidak baik. Saya kasihan kapada warga saya,” ucap Susanto.

Ditemui terpisah, Kasubag Produksi dan Distribusi PDAM Kota Magelang Daru Santoso mengakui adanya aliran air yang tidak lancar. Hal ini karena pompa air yang tidak berfungsi maksimal. Kondisi pompa air tersebut berada di sekitar Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

”Total pompa di sana ada 13 buah dan yang rusak sebanyak 4 pompa. Di antara pompa ini ada yang sudah dipakai selama 20 tahun,” katanya.

Dampak pompa rusak ini, kawasan sekitar Kelurahan Magersari, Malangan, Paten terkena imbasnya. Daru mengaku tetap berusaha agar air yang mengalir ke pelanggan dapat kembali lancar. Persoalan yang ada saat ini tengah dicarikan solusi agar distribusi air tidak lagi bermasalah. Beberapa cara yang ditempuh diantaranya dengan upaya pengiriman air menggunakan tangki dan pencarian kebocoran air.

“Kita terus usahakan agar aliran air kembali lancar. Target akhir Maret bisa kembali normal,” janji Daru. (cr1/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here