Sri Puryono Dikabarkan ”Merapat” ke Gerindra

489
AKRAB: Sekda Jateng Sri Puryono saat bertemu Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di kantor DPD Gerindra Jateng, beberapa waktu lalu. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKRAB: Sekda Jateng Sri Puryono saat bertemu Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di kantor DPD Gerindra Jateng, beberapa waktu lalu. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng masih 2018. Namun sejumlah tokoh mulai merapat ke partai politik (parpol) untuk mendapatkan kendaraan. Salah satunya Sekda Jateng, Sri Puryono, yang sempat menemui Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, saat peresmian kantor DPD Gerindra Jateng, Jalan Kanguru Raya, akhir Februari lalu. Ada kemungkinan, Sri Puryono bakal merapat ke partai berlambang kepala garuda untuk maju dalam Pilgub 2018 mendatang.

Meski begitu, Wakil Ketua DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro, menampik, jika pihaknya berencana mengader Sri Puryono. ”Kemarin Pak Sekda hadir mewakili Pak Gub (Gubernur Ganjar Pranowo),” tegasnya, Senin (6/3).

Dijelaskan, pihaknya sepakat mengusung Ketua DPD Gerindra Jateng, Abdul Wachid, untuk dijadikan calon gubernur. ”Kalau partai lain masih malu-malu menyebut calon gubernur yang akan diusung, kami sudah mantap mengambil nama Abdul Wachid,” bebernya.

Tapi, lanjutnya, itu baru kesepakatan di lingkup DPD Gerindra saja. Keputusan final tetap menunggu DPP Gerindra. Saat ini, pihaknya tetap mengadakan konvensi untuk melakukan penjajakan calon yang hendak diusung pada Pilgub 2018.

Untuk tahap  awal pihaknya akan mengadakan konvensi internal, para struktur, dan kader partai akan diundang agar mau ikut konvensi tersebut.  Dengan harapan, para kader internal bisa ikut maju dalam perhelatan tersebut. ”Setelah itu akan diadakan konvensi eksternal,” tegasnya.

Ketua DPD Gerindra Jateng, Abdul Wachid, mengaku siap maju menjadi calon gubernur dalam Pilgub Jateng 2018 asal diperintah partai. ”Kalau saya diperintah partai, siap melaksanakan,” cetusnya.

Sekda Sri Puryono menegaskan, dirinya tidak akan ikut dalam bursa Pilgub 2018 mendatang. “Saya tidak mau menjadi calon gubernur atau wakil gubernur” tegasnya.

Terkait pertemuan dengan ‘orang-orang penting’ di Partai Gerindra, beberapa waktu lalu, Sri Puryono mengaku tidak membicarakan masalah Pilgub. “Saya ke sana hanya memenuhi undangan saja. Yang diundang Pak Gub, tapi karena tidak bisa datang, saya mewakili. Tidak ada perbincangan soal calon gubernur,” cetusnya.

Terpisah, pengamat politik dan pemerintahan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, M. Yulianto, menilai, Sri Puryono tidak punya ambisi untuk terjun di dunia politik. Sebab, menjelang Pilgub 2018, Sekda tidak menyiapkan massa atau membentuk kekuatan. ”Saya rasa Pak Sri Puryono lebih memilih menjadi birokrat sejati. Tetap menjadi sekda sampai pensiun,” ucapnya. (amh/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here