RSUD Tanggung Pengobatan Asriyah

500
PEDULI : Bupati Batang Terpilih Wihaji mengunjungi pegawai RSUD yang menjadi korban penyiraman air keras, Senin (6/3) kemarin. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG )
PEDULI : Bupati Batang Terpilih Wihaji mengunjungi pegawai RSUD yang menjadi korban penyiraman air keras, Senin (6/3) kemarin. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG )

BATANG-Hingga kini polisi masih terus mencari pelaku penyiraman air keras ke tubuh Nur Asriyah, 22, warga Desa Dringo Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang. Karena menjadi salah satu pegawainya,

Sedangkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang akan menanggung semua biaya pengobatan korban hingga sembuh, meski statusnya masih pegawai magang di RSUD tersebut.

“Biaya pengobatan korban ditanggung penuh oleh RSUD hingga sembuh. Karena korban, mengalami kejadian ini setelah tugas,” kata Direktur RSUD Batang dr Junaidi, Senin (6/3) kemarin.

Hal tersebut juga diamini keluarga korban yang diwakili bapak korban, Sunaryo, 50. “Alhamdulillah semua biaya pengobatan hingga sembuh diberikan oleh RSUD. Selama perawatan dari pegawai paling bawah sampai atas di RSUD, melayani dengam baik,” jelasnya.

Diterangkan Sunaryo, akibat penyiraman zat kimia tersebut, anaknya menderita sejumlah luka bakar yang ada di sebagian wajah. Di antaranya di pipi, mulut, hidung, terutama matanya. Namun percikan zat kimia di tangan dan kaki mulai berangsur pulih. Namun, penglihatan mata korban belum sepenuhnya kembali normal. Jarak pandang matanya hanya 5 meter dan masih kabur.

Diungkapkan pula, pihaknya tidak bisa menduga siapa pelakunya. Namun diakuinya, bahwa korban baru putus hubungan dengan kekasihnya, yaitu Angga Saputra bin Cayono, 23, warga Cempereng Subah Batang. “Anak saya baru putus tunangan seminggu kemarin. Karena sering cek cok dengan calonnya, yang sering memaksakan kehendak,” jelasnya.

Dalam kesempatan kemarin, Bupati Batang Terpilih Wihaji turut menjenguk korban. Dan turut berbela sungkawa atas kejadian tersebut, serta memberikan kekuatan agar korban dan keluarga bisa tabah.

Sementara itu dari pihak kepolisian mengaku masih menyelidiki kasus tersebut lebih mendalam. Dari perkembangannya, kuat dugaan, pelaku adalah orang dekat korban. Sesuai dengan kesaksian warga sekitar saat kejadin berlangsung.

“Kami masih terus menyelidiki siapa pelaku penyiraman tersebut. Terduga pelaku masih kami incar, sesuai keterangan dari saksi mata,” kata Kapolres Batang AKBP Juli Agung melalui Kapolsek Batang AKP Bambang, Senin (6/3) kemarin.

Ditambahkan Bambang, kondisi korban saat ini sudah mulai membaik. Tinggal menunggu pemulihan fisik dan psikologisnya. Pihaknya juga akan intensif berkoordinasi dengan semua pihak agar kasus ini bisa diselesaikan. (han/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here