Polisi Tidak Akan Tilang Pelanggar

344
SOSIALISASI : Kasatlantas Polres Kendal, AKP Agus Triyono saat menyosialisasikan Operasi Simpatik Candi 2017 di halaman Polres Kendal, Senin (6/3) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI : Kasatlantas Polres Kendal, AKP Agus Triyono saat menyosialisasikan Operasi Simpatik Candi 2017 di halaman Polres Kendal, Senin (6/3) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor agar segera melengkapi surat-surat kendaraannya. Jajaran satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Kendal bakal menggelar operasi Simpatik Candi 2017. Operasi yang ditujukan bukan untuk menilang, tapi memberikan teguran dan peringatan kepada masyarakat.

Surat-surat kelengkapan kendaraan yang harus dilengkapi utamanya adalah seperti, STNK dan SIM. Selain itu aksesoris standar keselamatan kendaraan bermotor, seperti lampu utama, lampu sein atau reting, kaca spion, helm, sabuk keselamatan dan aksesoris keselamatan kendaraan bermotor yang sudah diatur dalam undang-undang lalu lintas.

Demikian disampaikan Kasatlantas Polres Kendal, AKP Agus Triyono saat memberikan sosialisasi kepada 50 orang pemohon SIM. Operasi ini rencananya akan digelar 1-21 Maret. “Operasi ini menitikberatkan pada upaya teguran kepada para pengguna jalan yang melakukan pelanggaran dengan cara pendekatan humanis,” ujarnya.

Agus mencontohkan, misalkan ada pembonceng yang tidak menggunakan helm, petugas tidak akan langsung menilang melainkan akan mengingatkan supaya tidak diulang kembali. Demikian pula jika ada pengendara yang mungkin melanggar lampu rambu lalu lintas. “Juga akan kami ingatkan,” jelasnya.

Operasi, katanya, bertujuan menyadarkan masyarakat akan keselamatan berlalu lintas. Meski tidak ditilang, tapi bukan berarti masyarakat bebas melakukan pelanggaran. “Warga harus tetap mematuhi aturan berlalu lintas sesuai UU yang berlaku,” tandasnya.

Menurut Agus, ketertiban berlalu lintas merupakan langkah utama menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dengan warga menaati aturan yang berlaku, kemacetan maupun kecelakaan bisa dikurangi. Apalagi Kendal merupakan wilayah yang dilalui Jalur pantura Kendal. Sehingga aktivitas jalan setiap harinya sangat padat, kerap terjadi musibah kecelakaan lalu lintas. Biasanya kecelakaan itu terjadi karena pengguna jalan tidak tertib dalam berlalu lintas.  Seperti seperti melawan arus, tidak menggunakan helm, kebut-kebutan, motor tidak standar dan sebagainya.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Kendal, Ipda Imam Sofyan menambahkan sejak 1 Maret hingga kemarin pihaknya melakukan teguran lebih dari 500 pengguna jalan. Pelanggaran yang kerap dilakukan antara lain pembonceng tidak memakai helm, melawan arus, melanggar parkir dan melanggar lampu rambu lalu lintas.

Selain itu, sopir pikap bak terbuka yang mengangkut orang, sopir tidak mengenakan sabuk keselamatan dan sebagainya. “Para pelanggar ini kami berikan teguran dan penyadaran tertib berlalu lintas secara lisan. Supaya kedepan tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari,” tambahnya. (bud/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here