Mobil Pribadi Pakai Nomor Dinas Polri

868
PLAT ILEGAL: Petugas Satlantas Polres Wonosobo mengganti plat nomor mobil pribadi yang dipasangi plat nomor dinas Polri.
PLAT ILEGAL: Petugas Satlantas Polres Wonosobo mengganti plat nomor mobil pribadi yang dipasangi plat nomor dinas Polri.

WONOSOBO – Penggunaan lampu rotator sebagai salah satu piranti penanda lalu lintas tidak boleh sembarangan. Karena lampu tersebut dibuat hanya untuk insitusi tertentu dalam menjalankan tugas. Senin (6/3), beberapa pengguna lampu rotator ditertibkan Satlantas Polres Wonosobo.

Kasatlantas Polres Wonosobo AKP SS Udiono yang memimpin langsung kegiatan menuturkan, penggunaan rotator atau lampu isyarat hanya diperbolehkan untuk kendaraan dinas Polri, pembawa tahanan, pengawalan TNI, ambulans, rescue, palang merah, pemadam kebakaran, mobil jenazah, patroli jalan tol, kendaraan perawatan dan pembersihan fasilitas umum, mobil derek serta kendaraan angkutan barang khusus.

“Aturan itu berarti menegaskan, selain kendaraan tersebut, tidak boleh menggunakan lampu isyarat. Oleh karenanya, pada kesempatan Operasi Simpatik Candi 2017 ini, kami kembali sosialisasikan pelarangannya,” lanjut Udiono.

Untuk sanksi yang diberlakukan kepada pemilik kendaraan yang masih membandel, Kasatlantas menyatakan, hingga berakhirnya Operasi Simpatik Candi 2017, hanya diberikan teguran tertulis dan diharuskan mencopot lampu tersebut di tempat. “Akan tetapi, setelah tanggal 21 Maret 2017 esok, akan langsung kami berikan tilang,” ujarnya.

Selain menertibkan mobil pribadi yang menggunakan lampu isyarat, anggota Satlantas juga menindak kendaraan pribadi yang memasang plat nomor dinas Polri. Kendaraan tersebut milik Senkom. Setelah dicek dalam inventaris kendaraan dinas, ternyata tidak ada datanya. Kendaraan Mitsubishi Strada warna merah tersebut merupakan kendaraan pribadi.

“Dibantu petugas kami, pengendara kendaraan tersebut kemudain mengganti menjadi plat nomor asli dan tetap kami berikan teguran tertulis,” jelasnya.

Sementara itu Kasubbag Humas Polres Wonosobo AKP Agus Priyono mengimbau agar masyarakat selalu berpedoman pada aturan saat hendak melakukan modifikasi kendaraan. “Sebagai contoh jika ingin menggunakan plat nomor kendaraan sesuai keinginan, tinggal mengajukan permohonan tertulis kepada kami. Sesuai dengan PP No 60 tahun 2016, masyarakat bisa memilih plat nomor pilihannya untuk digunakan pada kendaraan,” terang Agus.

Diharapkan, melalui langkah ini, tidak ada lagi plat nomor ilegal yang digunakan. Karena hal ini tentu saja merupakan pelanggaran terhadap aturan registrasi dan identifikasi kendaraan. (ali/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here