Enam Toko Modern Akan Disegel

319
SEGEL PAKSA : Pihak Satpol PP dan Kebakaran Kabupaten Semarang saat menutup paksa salahsatu toko modern yang berada di Jalan Gatot Subroto Ungaran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEGEL PAKSA : Pihak Satpol PP dan Kebakaran Kabupaten Semarang saat menutup paksa salahsatu toko modern yang berada di Jalan Gatot Subroto Ungaran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Sebanyak enam toko modern terancam akan ditutup paksa oleh pihak Satpol PP dan Kebakaran Kabupaten Semarang. Hal itu dikatakan oleh Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Semarang, Much Risun usai menutup paksa satu dari enam toko modern tersebut di Jalan Gatot Subroto Ungaran, Senin (6/3) kemarin. “Hari ini, kami menutup toko modern di Jalan Gatot Subroto,” ujar Risun.

Penutupan dilakukan lantaran pihak pengusaha toko modern melanggar Perbub (Peraturan Bupati) Nomer 72/2015. Dimana selisih jarak berdirinya toko modern tersebut kurang dari 500 meter dengan pasar tradisional Bandarjo.

“Ini merupakan tindak lanjut dari berapa surat kita terdahulu, bahwa toko modern di Bandarjo ini telah melanggar ketentuan Perbub tentang penataan toko modern,” katanya.

Selain melanggar Perbub, kepimilikan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan HO (Gangguan) tidak sesuai dengan peruntukan. Dimana IMB dan HO toko modern dari CV Suka Belanja tersebut diperuntukan untuk toko kelontong. “IMB dan HO juga tidak sesuai dengan peruntukannya, di mana toko modern ini izinnya digunakan untuk toko kelontong,” ujarnya.

Sebelum dilakukan penutupan, pihak Satpol PP juga sudah melayangkan surat teguran sebanyak tiga kali. Namun hal itu tidak digubris oleh pemilik toko modern yang berada di Jalan Gatot Subroto Ungaran tersebut. “Tidak ada respon, dan sampai hari ini masih ada aktivitas sehingga kita tutup paksa,” katanya.

Sedangkan, lima toko modern yang lain diketahui tidak memiliki IUTS (Izin Usaha Toko Modern). “Meski mereka (kelimanya) sudah memiliki IMB dan HO, tetapi tetap masuk ke dalam catatan kami karena tidak memiliki IUTS,” katanya.

Namun, Risun tidak menjelaskan secara rinci dimana letak kelima toko modern itu. Dikatakan Risun, saat ini dengan adanya Perbub tersebut memang sering tidak diperhatikan oleh pengusaha toko modern di Kabupaten Semarang. Sehingga pihaknya tidak akan segan menyegel paksa toko modern lain yang saat ini tidak memiliki perizinan yang lengkap.

Dikatakan Risun, saat ini pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPPT) Kabupaten Semarang. “Untuk mencari tahu mana saja yang perizinannya belum lengkap,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Toko dari toko modern tersebut, Afifudin, 19, mengaku tidak tahu-menahu perihal perizjinan. “Saya tidak tahu, tahunya saya hanya diminta mengoperasikan,” ujarnya. (ewb/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here