Butuh Komitmen Atasi RTLH

173

SEMARANG – Pemprov diminta melakukan inovasi untuk pengentasan kemiskinan di Jateng. Sebab, saat ini jumlah warga miskin masih tinggi, sementara bantuan yang diberikan masih belum maksimal. Seperti halnya dengan program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH). Sampai dengan 2017 setidaknya masih ada sekitar 1,6 juta RTLH di Jateng.

”Jumlah yang besar tersebut tentu akan susah dilaksanakan jika tidak ditopang komitmen yang serius dari pemerintah termasuk anggaran yang memadai,” kata Juru Bicara Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng, Sugiarto.

Ia tidak menampik jika sudah ada progres dalam penanganan RTLH di Jateng. Di mana kurun waktu 2011-2016 ada sekitar 60 ribu unit rumah sudah direhab. Sementara di 2017 diagendakan sekitar 20 ribu rumah akan direnovasi. Kebijakan tersebut tentu patut diapresiasi karena pemprov sudah melakukan program yang berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan. ”Kami mendukung program tersebut. Yang jelas harus tepat sasaran,” tambahnya.

Meski begitu, pihaknya menyoroti komitmen pemprov dalam penanganan RTLH yang dinilai kurang maksimal. Sebab, jika dibandingkan dengan jumlah RTLH yang mencapai 1,6 juta, tentu angka 20 ribu tersebut masih cukup jauh. Harusnya bisa lebih banyak RTLH yang dibangun mengingat itu sebagai upaya pengentasan kemiskinan.

”Kami mendorong agar pemerintah fokus pada program-program pengentasan kemiskinan secara langsung sehingga percepatan penuntasan kemiskinan bisa segera terwujud,” ujarnya.

Pemprov Jateng diminta tidak main-main dalam pemberian bantuan hibah dan bansos termasuk untuk penanganan RTLH. Semua prosedur mulai dari administrasi sampai verifikasi di lapangan sesuai undang-undang harus dilakukan agar bisa disetujui dalam APBD 2017.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Siti Ambar Fathonah meminta agar perencanaan dalam pemberian bansos maupun hibah dilakukan dengan seksama. Sesuai aturan, sudah ada prosedur yang harus dilalui sebelum anggaran digedok dalam APBD. Bansos atau hibah anggaran 2017, mestinya semua data by name by address. ”Jadi penyalurannya nanti bisa tepat sasaran. Dan ini bisa mengatasi kemiskinan,” tambahnya. (fth/ric/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here