Bupati Minta Pertahankan Permainan Tradisional

457
PESTA SIAGA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meresmikan acara pembukaan Pesta Siaga Cabang Kwarcab Kabupaten Pekalongan Tahun 2017, di Kantor Kecamatan Doro, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PESTA SIAGA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meresmikan acara pembukaan Pesta Siaga Cabang Kwarcab Kabupaten Pekalongan Tahun 2017, di Kantor Kecamatan Doro, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengajak anak-anak Pramuka peserta Pesta Siaga bermain dengan permainan tradisional, Minggu (5/3) kemarin. Yakni permainan dengan menggunakan media bermain di lapangan Kantor Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, dalam pembukaan Pesta Siaga Cabang Kwarcab Kabupaten Pekalongan Tahun 2017.

Bupati Asip mengungkapkan bahwa permainan tradisonal lebih mengajarkan nilai kebersamaan, disiplin, serta kejujuran. Untuk itu, anak-anak Pramuka Siaga disarankan untuk tidak meninggalkan permainan tradisional dan jangan hanya mengandalkan permainan gadget.

Menurutnya, kegiatan yang disajikan Pramuka Siaga dalam Pesta Siaga Cabang Kwarcab Kabupaten Pekalongan Tahun 2017, adalah permainan yang mengandung unsur edukasi di alam terbuka. “Permainan bagi Pramuka Siaga adalah penting. Oleh karena itu, para pembina Pramuka, saya harap memiliki kreativitas dalam melakukan permainan. Jika memungkinkan, ciptakan permainan-permainan yang edukatif, disesuaikan dengan kondisi saat ini,” ungkap Bupati Asip.

Bupati Asip juga mengatakan para siswa atau anak-anak Pramuka Pesta siaga yang berumur 7 hingga 10 tahun, diperbolehkan mengunakan permainan atau ketrampilan anak-anak dengan menggunakan teknologi informasi seperti gadget. Karena banyak aplikasi di dalamnya termasuk banyaknya permainan yang edukatif. Anak-anak Pramuka Siaga dengan usia 7 hingga 10 tahun, biasanya memiliki sifat suka berimajinasi, meniru, bermain, dan mendengarkan cerita.

“Oleh karena itu, di dalam pembinaan usia Pramuka Siaga, seorang pembina pramuka harus dapat memberikan contoh dan tauladan yang baik. Karena seorang pembina pramuka siaga merupakan tumpuan bagi anak-anak,“ kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan bahwa penyelenggaraan pembinaan Pramuka Siaga, di Gugus Depan (Gudep) harus dengan suasana yang penuh kasih sayang, kekeluargaan dan kegembiraan. Selain itu, para Pembina Pramuka Siaga harus pandai mengaplikasikan sifat-sifat dan perilaku anak-anak Pramuka Siaga dengan mengendepankan kejujuran dan kedisiplinan, serta mengutamakan kasih sayang.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan Pesta Siaga, Cabang Kabupaten Pekalongan Tahun 2017, yaitu mendidik dan membina kaum muda Indonesia, untuk menjadi insan yang berwatak, berkepribadian dan berbudi pekerti luhur, serta memiliki ketrampilan hidup yang baik.

“Para Pembina Pramuka harus menyiapkan kader-kader Pramuka Siaga dengan memiliki wawasan kebangsaan yang luas, memiliki semangat dan jiwa bela negara, serta tanggap dengan masalah-masalah yang dihadapi bangsa dan negaranya,” tegas Bupati Asip.

Sementara itu, Ketua Panitia Pesta Siaga, Cabang Kabupaten Pekalongan Tahun 2017, Yoso, menjelaskan bahwa peserta Pesta Siaga diharapkan memiliki rasa kedisplinan, rasa tanggung jawab, rasa kesetiakawanan sosial baik di kehidupan keluarga, sekolah maupun di kehidupan masyarakat, sejak usia dini. Sehingga hal itu bisa mengantisipasi kenakalan remaja.

“Panitia penyelenggara telah menyiapkan berbagai penghargaan, bagi 10 peserta Pesta Siaga terbaik dari SD di Kabupaten Pekalongan. Antara lain piagam penghargaan, tropi bagi Barung Tergiat I hingga Harapan III putra maupun putri, tropi bergilir bagi Kwaran Tergiat Umum. Adapun Barung Tergiat I, II dan III putra dan putri terbaik, berhak maju ke Pesta Siaga Binwil Pekalongan yang akan diselenggarakan oleh Korwil Pekalongan, di Kwarcab Kota Tegal pada 25 Maret 2017 mendatang,” jelas Yoso. (thd/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here