33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

3500 Miras Oplosan Dimusnahkan

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

KENDAL—Ribuan botol minuman keras (miras) berbagai merek dimusnahkan oleh Satpol PP Kendal. Termasuk miras oplosan hasil razia yang digelar selama lima bulan terakhir.Tercatat ada 3.500 botol miras yang dimusnahkan dengan cara ditumbuk menggunakan alat ebrat silinder.

Miras tersebut di antaranya merek Vodka, Congyang, Bir Bintang, Bir Anker, Anggur Orang Tua, bir Henineken, Guinness dan sebagainya. Sedangkan miras oplosan terhitung ada 1.000 liter yang berada dalam kantong jerigen.

Pemusnahan miras ditandai dengan pelemparan botol miras oleh Bupati Kendal Mirna Annisa diikuti anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Pemusnahan dilakukan dalam peringatan hari jadi Satpol PP ke-67 dan ulang tahun Limnas ke-55 serta Damkar yang ke-98.

Kepala Satpol PP Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal, Subarso, menjelaskan, pemusnahan miras dilakukan dalam rangka ulang tahun ke-67 Satpol PP, ulang tahun ke-55 Linmas, dan ulang tahun Damkar ke-98.

Miras berbagai merek tersebut merupakan barang sitaan hasil operasi penyakit masyarakat (Pekat) di Kendal. Penyitaan dilakukan lantaran miras tersebut ilegal yang beredar di Kendal wilayah atas seperti Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Boja, Sukorejo, dan Patean. “Selain ,itu ada juga barang legal, tapi penjualannya tidak legal dalam arti tidak memiliki surat izin penjualan,” ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Kendal, Subarso, kemarin.

Kendati sudah melakukan pemusnahan barang bukti miras, pihaknya masih akan terus melakukan operasi. Hal tersebut berdasar atas Perda Kabupaten Kendal No 4 Tahun 2009 tentang minuman keras. “Di Kendal itu nol persen alkohol. Jadi, kami akan terus melakukan operasi sesuai Perda yang ada,” terangnya.

Ribuan botol miras yang dimusnahkan adalah hasil tangkap tangan setelah dilakukan penyilidikan, pengamatan dan pengumpulan data oleh petugas Satpol PP. Dimana Satpol PP sebelumnya memperoleh laporan dari masyarakat.

“Ribuan botol miras beragai merek dan ribuan liter miras oplosan ini sudah mempunyai ketetapan hukum. Sedangkan yang masih dalam proses persidangan jumlahnya masih ribuan dan akan dimusnahkan kemudian hari,” katanya.

Bupati Kendal, Mirna Annisa mengapresiasi kegiatan pemusnahan miras tersebut. Ia meminta agar penjual miras diproses secara hukum. Sehingga bisa memberikan efek jera bagi masyarakat. “Apalagi adanya miras oplosan, tentu hal miris yang harus diwaspadai bersama. Sebab miras oplosan ini telah banyak memakan korban jiwa. Selain itu miras ini merusak generasi muda,” tuturnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Pernah Tidur di Emperan Toko, Sekarang Bos Perusahaan

Siapa yang menyangka, Haji Rusbandi yang pernah menjadi kuli panggul dan tidur di emperan toko, kini menjadi seorang pengusaha. Seperti apa kisahnya? JOKO SUSANTO H SUBANDI,...

Pupuk Terus Nasionalisme

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meminta warganya memiliki kegigihan untuk memperkuat bangsa dalam memaknai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110. Rasa itu...

Minimalisir Polusi, Tanam Glodogan Pecut

SEMARANG - Warga di wilayah RT 7 RW II Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu resah dengan adanya polusi udara yang mencemari lingkungan dari pabrik besi...

Mobil Panwaslu Dibobol

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Mobil salah satu anggota Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslu) Kota Magelang, Supriadi, 53, warga asal Perumda Mantiasih Magelang Tengah, Senin (12/3) malam lalu...

Kungmania USM Sepuluh Besar Seri IV

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kelompok penghobi burung perkutut dari Kungmania USM Semarang masuk sepulu besar juara Konkurs Perkutut Solo Raya Series 2018. Pada kejuaraan seri...

Ramadan dan Jelang Lebaran, Momentum Pacu Penjualan Mobil

SEMARANG – Menjelang Ramadan dan Lebaran nanti, pasar otomotif khususnya roda empat diperkirakan akan bergairah.  Pada Mei ini tren penjualan mobil, sudah mengalami kenaikan. Momentum...