Wujudkan Bawen Ramah Anak

287
BEBAS BEREKSPRESI: Perlombaan melukis pelajar TK menggunakan telenan di halaman kantor Kecamatan Bawen oleh mahasiswa KKN Upgris, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BEBAS BEREKSPRESI: Perlombaan melukis pelajar TK menggunakan telenan di halaman kantor Kecamatan Bawen oleh mahasiswa KKN Upgris, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Banyaknya kasus kekerasan yang menimpa anak menginisiasi mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (Upgris) untuk menjadikan Kecamatan Bawen ramah anak. Hal itu dikatakan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Upgris, Suwarno Widodo usai Festival Budaya di halaman kantor Kecamatan Bawen yang digelar oleh mahasiswa KKN Upgris, Minggu (5/3).

“Pengertian layak anak ini memberikan lingkungan yang bisa membuat tumbuh kembang anak optimal,” ujar Suwarno.

Menurutnya, saat ini Pemkab Semarang harus segera mewujudkan wilayah yang ramah anak. Dimana anak mulai dilibatkan dalam setiap kegiatan. “Anak harus mendapatkan hak-haknya,” tuturnya.

Adapun hak tersebut, yaitu properti, proteksi, dan partisipasi. Properti dalam hal ini yaitu mendapatkan pendidikan yang layak, makanan yang bergizi, dan lingkungan yang sehat.

Sementara proteksi yaitu anak harus terlindungi dari kekerasan baik itu fisik maupun psikis. Sedangkan partisipasi yaitu anak harus dilibatkan dalam setiap kegiatan. “Dalam implementasinya, mahasiswa kami melibatkan anak disetiap kegiatan selama KKN. Baik itu ditingkat kelurahan, RT, dan RW,” katanya.

Dosen Pembimbing Lapngan (DPL) sekaligus Koordinator mahasiswa KKN Upgris Kecamatan Bawen, Kiswoyo mengatakan, festival budaya ini membebaskan anak untuk berimajinasi dan menuangkannya ke media telenan. “Telenan kan biasanya digunakan untuk proses memasak. Esensinya sama dengan menggambar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ratusan siswa-siswi TK di semua desa dan kelurahan di Kecamatan Bawen terlibat. Mereka sudah asik dengan kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 tersebut.

Beberapa dari orang tua juga terlihat menyemangati putra-putri mereka dalam menuangkan imajinasinya di telenan. Ada yang melukis tentang keluarga, dan tidak sedikit yang melukis pemandangan. Silvia, 5, salahsatu peserta melukis gambar ayah dan ibunya. “Ini dibantu (diarahkan) bapak dalam mewarnai,” ujarnya lugu. (ewb/zal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here