Siswi SMP Dicabuli Berkali-Kali

345
CABUL: Hanung, tersangka pencabulan siswi SMP hingga hamil 8 bulan saat dimintai keterangan di Mapolres Kendal, kemarin. (Budi Setiawan/Jawa Pos Radar Semarang)
CABUL: Hanung, tersangka pencabulan siswi SMP hingga hamil 8 bulan saat dimintai keterangan di Mapolres Kendal, kemarin. (Budi Setiawan/Jawa Pos Radar Semarang)

KENDAL—Seorang siswi SMP berusia 15 tahun menjadi korban pencabulan yang dilakukan Hanung, 25, warga Kecamatan Pegandon. Korban berinisial HF tetangga desa pelaku dicabuli berkali-kali hingga kini kondisinya tengah hamil delapan bulan.

Kasus ini terungkap setelah orang tua korban mengetahui jika anaknya yang baru menginjak usia dewasa perutnya setiap bulan semakin membesar. Dari kecurigaan itu akhirnya korban mengaku jika perutnya telah terisi janin bayi yang memasuki usia delapan bulan.

Ayah dan ibu HF kaget setengah mati mengetahui putrinya yang masih di bawah umur dalam kondisi hamil. Pun HF kepada kedua orang tua mengaku jika dirinya telah dicabuli berkali-kali oleh Hanung yang merupakan tetangga desa.

Tak terima anaknya dicabuli hingga hamil, orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kendal bersama perangkat desa setempat. Akhirnya dari keterangan korban, berikut saksi-saksi dan barang bukti yang diperoleh, penyidik kepolisian langsung mengamankan pelaku di rumahnya.

Dari keterangan di kepolisian, kasus pencabulan ini sebenarnya sudah terjadi sejak bulan Januari 2016 silam. Tapi baru terungkap Selasa, (28/2) 2017, setelah keluarga korban melapor.

Motif pencabulan dilakukan pelaku dengan cara mengajak HF jalan-jalan. Setelah itu korban diajak ke rumah pelaku. “Seetelah itu saya ajak ke kebun belakang rumah,” kata Hanung saat diintrogasi pelaku.

Di kebun dibalik semak dan pepohonan itulah, Hanung memaksa HF untuk melakukan hubungan suami istri. Pelaku mengancam kalau korban menolak maka tidak akan diantar pulang. Puas menyetubuhi korban, pelaku mengancam agar korban tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapapun. Setelah itu, pelaku mengantarkan korban ke rumahnya.

Setelah beberapa bulan setelah kejadian, pelaku merasa jika korban tidak melapor kepada siapapun. Akhirnya pelaku kembali mengajak korban bersetubuh. Kejadian tersebut berlanjut pada bulan Mei sampai Oktober 2016. “Berkali-kali saya setubuhi, sudah tidak terhitung berapa kali saya juga lupa,” akunya.

Kapolres Kendal AKBP Maulana Hamdan, melalui Kasat Reskrim AKP Arwansa mengatakan tersangka pencabulan dijerat menggunakan Pasal 76 d jo Pasal 81 ayat 3  dan atau passl 76 e jo pasal 82 ayat 2 Undang-undang (UU) nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU  nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Yakni setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan perbuatan persetubuhan anak dibawah umur. “Ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara,”  kata Arwansa. (bud/zal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here