Lebih Dekat dengan Wahyu Hariyono, Penyuka Vespa Antik Kongo

Kerap Menang Lomba, Semakin Mahal Harganya

256
KONTES MOTOR ANTIK: Wahyu Hariyono dengan Vespa Kongo-nya selalu langganan menang lomba dengan kategori orisinal. (DOK PRIBADI FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
KONTES MOTOR ANTIK: Wahyu Hariyono dengan Vespa Kongo-nya selalu langganan menang lomba dengan kategori orisinal. (DOK PRIBADI FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

Motor Vespa jenis Kongo yang dimiliki Wahyu Hariyono bukan sembarang barang antik. Motor jadul keluaran 1960-an ini, tak pernah ketinggalan juara dalam kontes motor antik orisinal. Bahkan, saking rutinya juara, motor jadul yang dibeli Wahyu seharga Rp 4 juta ini, harga jualnya semakin melambung tinggi. Seperti Apa?

HARIYANTO

BAGI para scooterist, sudah tak asing lagi ketika mendengar nama Vespa Kongo. Yakni, motor bebek klasik ini yang memiliki bentuknya yang khas. Bisa dibilang beruntung, bagi masyarakat atau penggemar motor yang sudah memiliki skuter antik ini. Pasalnya, motor yang pernah populer di 1960-an setelah era Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), kini sudah jarang yang memilikinya.

”Ya, sekarang motor Vespa ini cukup langka, Terlebih untuk mendapatkan yang orisinil, sudah sangat sulit. Kalaupun ada, ya bodinya sama mesinnya sudah agak suloyo,” ungkap Wahyu Hariyono saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (5/3) kemarin.

Kenapa disebut Vespa Kongo, kata Wahyu, karena motor tersebut berasal dari tempat perjuangan para anggota TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda (Konga). Kala itu, mendapatkan tugas dari Pemerintah RI melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke Negara Kongo.

”Vespa ini diberikan kepada anggota TNI yang sudah selesai bertugas. Istilahnya, sebagai penghargaan atas jasa-jasa mereka. Ada juga yang mengatakan, selain Vespa, ada yang mendapat penghargaan dalam bentuk uang,” katanya.

Namun demikian, Wahyu sangat beruntung telah mendapatkan sebuah motor Vespa yang masih orisinal. Meski bodi sudah sedikit kusam. Namun bagi para scooterist, hal itu tak masalah. Paling utama adalah mesinnya masih oke.

”Aku punya Vespa Kongo. Kalau sekarang ya harganya mencapai Rp 90 juta. Dulu tahun 1998, aku beli cuma seharga Rp 4 juta, itu pun tangan kedua. Mesin masih bagus, masih orisinil semua,” katanya.

Penggemar motor Vespa jadul ini juga mengakui, motor yang dimilikinya tersebut dirawat dengan teratur. Apalagi motor kebanggaannya tersebut kerap diikutkan kejuaraan bergengsi di tanah air. Bahkan, Vespa tersebut sering memenangi perlombaan kategori orisinal.

”Sering menang lomba. Pertama ikut lomba sekitar November 2002, di Jogjakarta. Terus tahun berikutnya juga ikut lagi. Banyak, di Jogja, Solo, Tegal, Pati, Jepara, Magelang. Terakhir 2015 di Semarang, di Citragrand,” jelasnya.

Sudah banyak koleksi piagam maupun piala dalam pemenangan perlombaan kontes Vespa. Meskipun nilai rupiah yang didapatnya tidak sebanding dengan ongkos perawatan maupun transportasi mengikuti perlombaan, namun karena hobi bisa memberikan kebahagiaan. ”Ya kalau hadiah uang paling Rp 200 ribu. Tapi itu tidak masalah. Ini sebuah kebanggaan,” tegasnya.

Menurut Wahyu, harga Vespa tidak bisa ditentukan, karena bagian dari hobi. Bahkan, semakin banyak memenangi kejuaraan, harga jual semakin tinggi. Setidaknya, Vespa miliknya pernah ditawar oleh seseorang dari Jakarta dengan harga yang sangat fantastik mencapai puluhan juta rupiah. ”Bulan kemarin mau dibeli orang dari Jakarta, ditawar Rp 75 juta. Tapi saya masih suka dengan Vespa ini, ya tidak saya kasihkan,” ujarnya.

Selain diikutkan ke dalam ajang perlombaan motor jadul, Vespa Kongo tersebut juga dipakai untuk bersantai mengisi hari libur bersama keluarganya. Bahkan, ia kerap ikut touring dengan sesama komunitas penggemar Vespa hingga keluar daerah. ”Ya sampai Purwokerto. Kadang di daerah yang dekat, sama istri. Selalu lancar tidak mogok. Tapi ya ada jarak dan waktu untuk istirahat juga. Kadang jalan santai di dalam kota,” katanya.

Warga yang tinggal di Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan ini menambahkan, motor Vespa ini memiliki banyak kenangan. Bahkan, ia berencana mengoleksi motor jadul lainnya. Harapannya, motor jadul tetap selalu dikenal lantaran ramah lingkungan. ”Motor jadul memang beda dengan motor sekarang, yang lebih kenceng. Kalau menurut saya, ya supaya motor jadul ini tetap ada dan tidak hilang dari peredaran,” pungkasnya. (*/ida/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here