Kirab Panjang Jimat Nguri-uri Masjid Karya Walisongo

333
HAUL SULTAN FATAH: Para siswi SDN 4 Bintoro mengenakan pakaian khas Kota Wali. Adapun, siswa lain memakai jubah Walisongo dalam kirab panjang jimat Haul Sultan Fatah, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
HAUL SULTAN FATAH: Para siswi SDN 4 Bintoro mengenakan pakaian khas Kota Wali. Adapun, siswa lain memakai jubah Walisongo dalam kirab panjang jimat Haul Sultan Fatah, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK– Kirab panjang jimat dalam rangka Haul Agung Kanjeng Sultan Raden Abdul Fatah Al Akbar Sayyidin Panotogomo ke-514 kemarin berlangsung meriah. Warga berduyun-duyun memadati Alun-Alun tempat dimulainya kirab tersebut. Kirab dihadiri langsung Bupati HM Natsir, Wabup Joko Sutanto, Ketua MUI Demak KH Muhamad Asyiq, dan tokoh lainnya.

Ketua Takmir Masjid Agung Demak, H Niam Anshori mengatakan, kirab panjang jimat ini cukup fenomenal. Menurutanya, apa yang telah diwariskan Walisongo berupa Masjid Agung Demak tersebut telah menjadi azimat.

“Karena itu, harus diuri-uri atau dipertahankan keberadaannya termasuk budaya dan kearifan lokal yang melingkupinya. Ibaratnya, kalau NKRI dibela sampaia mati, maka Masjid Agung karya Walisongo ini juga harus begitu,” katanya.

Wakil sekretaris takmir, Fathan menambahkan, peserta kirab tabarukan tercatat ada 50 kelompok. Mereka berasal dari pondok pesantren, sekolah maupun organisasi kemasyarakatan (ormas). Rute kirab diawali dari depan Masjid Agung kemudian masuk jalan raya Pecinan, Pasar Bintoro, lalu belok ke arah Jalan Pemuda, Jalan Bhayangkara, Jalan Polres Lama, Jalan Kiai Singkil dan finish didepan SDN 2 Bintoro.

Selain kirab, kegiatan Haul Agung Sultan Fatah ini juga disertai khitan massal dengan 130 peserta anak-anak. Sedangkan, nikah massal hanya diikuti satu pasangan saja. Untuk khitan massal ditangani langsung oleh tenaga khusus dari persatuan perawat nasional Indonesia (PPNI) Demak dibawah pimpinan Ketua PPNI Kabupaten Demak, Sukardjo.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan, haul Sultan Fatah menjadi spirit membangun Demak lebih baik. “Kita apresiasi Takmir Masjid Agung yang terus nguri-uri budaya leluhur ini,” katanya. (hib/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here