Izin Ditolak, Enam Kafe Disegel

465
ILEGAL: Petugas Tim Gabungan Razia Pekat Kabupaten Pekalongan, saat melakukan penyegelan kafe dan tempat hiburan malam di Desa Wangandowo, Bojong Pekalongan. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
ILEGAL: Petugas Tim Gabungan Razia Pekat Kabupaten Pekalongan, saat melakukan penyegelan kafe dan tempat hiburan malam di Desa Wangandowo, Bojong Pekalongan. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN– Sebanyak enam kafe dan tempat hiburan malam yang berada di Desa Sumurjomblangbogo dan Desa Wangandowo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, Sabtu (4/3) malam, disegel oleh tim gabungan razia penyakit masyarakat (pekat) Kabupaten Pekalongan, karena tidak memiliki izin resmi.
Tindakan penyegelan sempat mendapatkan perlawanan dari beberapa pemilik cafe, dengan alasan masih mengajukan izin ke Badan Penanaman modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Pekalongan.

Enam kafé yang disegel yakni Rengganis, kafe Mun, di Desa Sumurjomblangbogo, kafe Happy Family, kafe Bomber Musik, kafe Kus dan kafe Bianca di Desa Wangandowo.
Daryono,46, pemilik kafe Happy Family mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengajukan berkas perizinan ke Kantor Badan Penanaman modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Pekalongan, sejak sebulan yang lalu. Namun hingga kini belum direspon oleh pihak Pemda.

Menurutnya petugas seharusnya tidak melakukan penyegelan, karena izin dari masyarakat sudah disetujui, hanya izin resmi dari Badan Penanaman modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu yang belum turun. “Kami masih melakukan pengajuan perizinan, memang izin belum turun, tapi tolong jangan disegel, hanya waktunya saja yang dibatasi,” harap Daryono.

Kepada Desa Wangandowo, Subari, membantah bahwa masyarakat telah mengizinkan berdirinya kafe dan tempat hiburan tersebut. Menurutnya,

penyegelan seharusnya untuk selamanya bukan hanya sementara. Mengingat keberadaan kafe dan tempat hiburan tersebut sangat menganggu ketentraman warga dan psikologis anak-anak.

“Kami bersama warga Desa Wangandowo tetap menolak dan tidak pernah mengeluarkan izin beroperasionalnya kafe dan tepat hiburan malam tersebut,” kata Subari.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Aries Tri Hartanto, menegaskan bahwa penyegelan enam kafe tersebut berdasar laporan dan keresahan masyarakat sekitar.  “Polres juga melakukan sosialisasi sebelumnya kepada masyarakat, dan penutupan ini ditandai dengan pemasangan stiker, serta penandatanganan berita acara dan ini penyegelan resmi bukan sementara lagi,” tegas AKP Aries. (thd/zal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here