33 C
Semarang
Jumat, 23 Oktober 2020

348 Pecandu Narkoba Direhabilitasi

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

MAGELANG– Sejak 2015 hingga awal 2017 ini, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Temanggung telah merehabilitasi 348 pecandu narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Rinciannya 312 pecandu narkoba di 2015, 18 orang pada 2016 dan awal 2017 ini ada 18 orang.

“Awal 2017 ini saja sudah 18 orang yang direhabilitasi, tidak tahu nanti sampai akhir tahun. Sedangkan untuk operasi penangkapan kami sudah menangkap 303 orang tersangka sepanjang 2016 lalu,” jelas Kepala BNNK Temanggung Istantiyono di sela pemeriksaan urine bagi Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) se-Jawa Tengah di sebuah resto di Kota Magelang, Sabtu (4/3).

Istantiyono melanjutkan, sebagian besar pecandu narkoba yang direhabilitasi bukan dari hasil operasi penangkapan. Mereka menyerahkan diri ke BNNK Temanggung atas kesadaran sendiri dan memohon untuk direhabilitasi. “Ada klausul kalau mereka mengakui kesalahannya (memakai narkoba) lalu datang ke BNN maka biaya rehabilitasi akan ditanggung BNN, baik rawat inap, jalan dan sebagainya,” ungkapnya.

Sebagian besar pecandu yang direhabilitasi berada pada usia produktif, di atas 18 tahun. Tapi ada juga pecandu yang masih pelajar. “Ada anak usia 13 tahun di salah satu Kecamatan di Temanggung yang sudah kita rehab,” jelasnya.

Sementara itu, 61 pegawai Kemenkumham se-Jateng dinyatakan bersih dari narkoba. Pemeriksaan diklaim bersifat mendadak dan rahasia.“Sebelum kita membersihkan narkoba di tempat lain, di lingkungan kita harus bersih terlebih dulu,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng Bambang Sumardiono.

Tes urine ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana komitmen dari petugas pemasyarakatan. Selama ini mereka kerap diterpa isu tak sedap, terkait tempat peredaran narkoba atau keterlibatan sipir dalam kasus narkoba. “Kalau dinyatakan postif akan ditelusuri, sanksinya pasti dipecat,” tegasnya.

Sejauh ini, pihaknya lebih intensif melakukan tes urine. Baik bekerjasama dengan BNNK maupun BNN Provinsi. Dari kegiatan ini, pihaknya mendapati 3 pegawai terbukti melanggar penyalahgunaan narkoba.

“Saat ini masih dalam proses pembuktiannya di pengadilan, dan mereka mendapatkannya dari luar membawa masuk ke dalam,” ungkapnya.

Pengawasan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), kata Bambang, dilakukan secara berjenjang. Mulai dari Kanwil, hingga ke level terbawah. Kemudian, membentuk tim untuk mengoperasi peredaran narkoba.

“Bahkan sekarang, ada beberapa alat didrop dari Jakarta untuk mengantisipasi yang berkaitan dengan barang-barang haram masuk ke Lapas.” (san/put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...