Pertahankan Estetika Mobil Langka

2295
Mobil Citroen Mehari Milik Janu Susilo (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
Mobil Citroen Mehari Milik Janu Susilo (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

Bodi mobil pada umumnya menggunakan bahan baku besi atau baja. Namun mobil antik milik Janu Sisulo yakni Citroen Mehari menggunakan bahan fiberglass. Mobil produksi Eropa yang kali pertama keluar di Indonesia tahun 1980 silam ini memang menggunakan bodi dengan bahan yang berbeda pada umumnya yakni fiberglass.

Ditengah gempuran mobil terbaru, mobil tua ini tidak terpinggirkan. Apalagi konsep dari pabrikan yang merupakan mobil safari, membuat mobil ini cenderung menjadi pusat perhatian dan membuat pemiliknya bangga dan masih sanggup mengaspal membelah jalan di perktotaan.

Janu yang juga Ketua Citroen Holic Semarang ini mengatakan jika mobil 600 cc  miliknya masih orisinil dari bagian interior, kaki-kaki bahkan mesin. Salah satu perubahan yang dia usung adalah mengganti cat asli berwarna oranye dengan warna yang hijau ngejreng agar menjadi pusat perhatian di jalan. “Mobil ini sangat spesial, pada zamannya digunakan untuk menarik pesawat dan sebagai angkutan pembangunan waduk Jatiluhur Jawa Barat. Keaslian mobil sengaja dipertahankan karena memang unitnya sekarang hampir punah,” katanya.

Mobil bersuspensi teleskopik dan konon hanya ada dua di Semarang dan hanya ada 21 unit se Indonesia, ini menawarkan kenyamanan berkendara layaknya mobil Eropa pada umumnya. Terlebih selain bisa digunakan sebagai mobil penumpang, kursi bagian belakang bisa dilipat sehingga mobil kelurga ini bisa menjadi mobil pikup. “Kursi penumpang bagian belakang multi fungsi, bisa dilipat dan bisa berubah menjadi pikup padahal mobil ini aslinya mobil keluarga,” jelasnya.

Pada bagian atap, Citroen Mehari menggunakan sistem knock down. Atap aslinya menggunakan terpal dan bisa dilipat, pun dengan kaca depan yang juga bisa dilipat sehingga mobil ini cocok digunakan di pantai ataupun membelah belantara hutan. Dari  interior mobil miliknya dibalut dengan jok berwarna hitam berbahan kulit yang senada dengan dashboard serta dinding pintu.

Bagian eksterior semua piranti yang ada masih dipertahankan seperti aslinya. Mulai handle pintu, spion, lampu depan, lampu belakang, hingga grill, dengan maksud mempertahankan estetika mobil itu sendiri.  Velg pun masih saya pertahankan aslinya dengan dimater ring 15 inchi. “Keorisinalian mobil tetap dipertahankan, soalnya lebih terlihat mewah dan nyaman kala dikendarai di dalam dan luar kota” paparnya.

Walaupum tergolong udzur, mobil ini ternyata tidak ribet dalam perawatannya. Hal yang paling penting tentu untuk pengecekan secara berkala mulai dari oli mesin dan piranti lainnya. Mobil ini pun hanya perlu dipanasi agar aki tidak cepat tekor. “Kalau hanya kerusakan ringan masih bisa diakal, tapi kalau sudah ganti spare part ya harus hunting. Dari dulu sampai sekarang, belum ada yang diganti karena mobil ini memang dikenal sangat kuat,” tuturnya.

Menurut Janu, menggunakan mobil tua sekaligus langka ini adalah sebuah kebanggan. walaupun termakan usia, performa mobil masih tetap mumpuni dan handal jika digunakan untuk touring ataupun harian. Bahkan ia mengaku jika salah satu mobil kesayangannya itu pernah ditawar orang dengan harga yang cukup wah, yakni Rp 125 juta. “Bangganya pakai mobil tua pastinya bisa jadi pusat perhatian di jalanan, bahkan salah satu mobil saya sempat mau dibeli orang, tapi saya tolak karena selain kebanggan punya mobil tua adalah sebuah kepuasan tersendiri,” katanya. (den/zal)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here