Jangan Hanya Kejar Tilangan

211

SEMARANG-Polda Jawa Tengah mencatat korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah ini selama tahun 2016 sebesar 4.424 jiwa. Artinya, rata-rata korban tewas kecelakaan lalulintas per hari mencapai 12 orang per hari.

“Ini sangat memprihatinkan. Korban kecelakaan lalu lintas ini tidak mengenal profesi,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono.

Karena itulah, dalam Operasi Simpatik Candi 2017 yang dimulai 1- 21 Maret 2017, Kapolda menghimbau dilakukan secara terbuka. Dengan harapan bisa meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk tertib dan patuh dalam berlalulintas. Serta meminimalisasi terjadinya pelanggaran, kecelakaan dan kemacetan Lalu Lintas di wilayah hukum Polda Jateng.

Pihaknya juga meminta kepada aparat kepolisian untuk masuk ke sekolah-sekolah dan komunitas untuk menyosialisasikan tentang tertib lalu lintas. “Operasi simpatik jangan sembunyi-sembunyi, jangan hanya mengejar tilang, tapi berikan pengarahan kepada para pengguna jalan tentang keselamatan lalu lintas,” ungkapnya tegas kemarin.

Terpisah, Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Gatot Catur Efendi mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan 17 Polsek di Semarang agar menggelar operasi secara terbuka. Setiap Polsek diberikan tanggung jawab mengelola satu jalan dan satu sekolah.

“Operasi ini sifatnya terbuka, dimana saja kegiatan operasi dan titiknya sudah ada. Jadi tidak ada yang menjebak. Apabila ada anggota yang melenceng dalam melaksanakan operasi ini, silahkan melapor,” katanya.

Target atau sasaran dari operasi ini pihaknya juga melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah, terminal termasuk pangkalan ojek. Sebab, operasi ini tidak mengedepankan surat tilang, tapi bertujuan untuk menekan angka kecelakaan.

“Tidak bawa surat atau tidak pakai sabuk pengaman, ya kita tegur. Namun pengendara yang ugal-ugalan, boncengan tiga, jalan zig-zag melawan arus membahayakan pengendara lain dilakukan penindakan tegas,” ujarnya. (mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here