Hoax Harus Dilawan Bersama

267
PENGHARGAAN : Gubernur Ganjar Pranowo turut memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh yang memiliki dedikasi dan komitmen mendorong pemberdayaan masyarakat Jateng dalam HPN PWI 2017 di Pondopo Museum RA Kartini, Kabupaten Rembang, kemarin.
PENGHARGAAN : Gubernur Ganjar Pranowo turut memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh yang memiliki dedikasi dan komitmen mendorong pemberdayaan masyarakat Jateng dalam HPN PWI 2017 di Pondopo Museum RA Kartini, Kabupaten Rembang, kemarin.

SEMARANGHoax atau berita bohong tak sebatas guyonan, tapi sudah mulai meresahkan masyarakat. Karena itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengajak melawan hoax bersama agar tidak ada lagi yang mau menyebarkan berita-berita tanpa sumber yang jelas.

Hal tersebut diorasikan Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI, Sasongko Tedjo dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke 71 PWI Jateng di Pendopo Kabupaten Rembang, Jumat (3/3) malam, kemarin. Menurutnya media massa mainstream tidak boleh tinggal diam menghadapi fenomena hoax. Terlebih yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

“Tapi kita tidak boleh terlalu khawatir. Saya yakin, hoax hanya eforia saja dan akan berhenti dengan sendirinya. Sebab masyarakat cerdas akan mencari berita yang valid. Berita valid hanya lahir dari media massa yang merupakan produk jurnalisme yang taat etika,” ucapnya.

Ketua PWI Jateng, Amir Machmud meminta kepada seluruh insan pers untuk kembali menganut jurnalisme sehat. Bisa mempertanggung jawabkan semua berita yang disiarkan.”Pers yang sehat itu yang profesional. Profesional itu butuh skill. Dan skill saja tidak cukup, harus dibekali dengan etika jurnalistik. Ini menjadi bekal agar tidak melahirkan berita hoax,” tegasnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang turut hadir dalam gelaran bertema ‘Pers Sehat, Bangsa Hebat’ ini menjelaskan, etika jurnalistik kerap berbenturan dengan media sosial. Sebab, di media sosial, semua orang bisa menebar berita hoax tanpa kaidah jurnalisme.

Masyarakat pun kerap mengonsumsi berita di media sosial, termasuk media online yang bisa diakses kapan pun dan di manapun. “Media mainstream seperti koran kan sehari hanya terbit sekali. Yang update setiap menit ya online. Nah, di situ bisa terjebak berita bohong,” ucapnya.

Malam itu, PWI menghadirkan sejumlah tokoh di Jateng untuk diberi penghargaan. Selain Ganjar, ada juga deretan tokoh lain seperti Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, Bupati Rembang Abdul Hafidz, Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang Edi Noesasongko, dan 12 tokoh lain. (amh/zal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here