Happy dan Awet Muda dengan Dansa

276
LINCAH: Paduan gerakan dalam dansa melatih kebugaran tubuh, mencegah pikun dan membuat awet muda (NURCHAMMIM / JAWAPOS RADAR SEMARANG)
LINCAH: Paduan gerakan dalam dansa melatih kebugaran tubuh, mencegah pikun dan membuat awet muda (NURCHAMMIM / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

Keserasian gerakan dan musik dalam dansa tak hanya menjaga kebugaran tubuh, tapi juga melatih otak dan kepekaan rasa. Tak heran, paduan seni dan olah tubuh ini banyak diminati. Selain memberikan rasa bahagia juga dipercaya membuat awet muda.

Beberapa pasang pedansa lincah menggerakkan kaki dan pinggul dalam gelaran Senada yang digelar di Star Hotel, akhir pekan lalu. Gerakan ini masih dikombinasikan dengan berbagai gerakan tangan yang tentunya senada dengan ketukan irama. Mulai dari Waltz dengan tempo yang pelan, Cha Cha, Rumba hingga Jive dengan tempo yang cukup cepat.

Perlu dicatat, para pedansa ini tak hanya anak muda, tapi juga mereka yang telah berusia paruh baya dan lanjut. Kesamaannya, aura ceria terlihat dari wajah para pedansa ini. Ya, mereka larut dalam lantunan irama.

“Ini dia asyiknya dansa, dari ujung kepala sampai ujung kaki gerak semua mengikuti ketukan dan musik. Bikin kita happy. Selain itu, karena tiap langkah ada hitungan yang disesuaikan dengan irama, maka ini juga bikin nggak pikun,”ujar salah seorang pedansa, Monalisa Jeany Berty.

Perempuan dengan tiga orang putra dan tujuh orang cucu ini mengaku sudah cukup lama menekuni dansa bersama suami. Menurutnya, selain melatih kebugaran tubuh, berdansa dengan pasangan juga menambah kemesraan.

“Kalau kita dansa dengan pasangan yang nggak kita suka ya agak susah. Karena tangan pasti berpegangan, kemudian mata juga bertatapan. Pokoknya ya harus dengan yang klop, salah satunya ya dengan pasangan. Ini juga bisa bikin tambah mesra,”ujarnya.

Begitu juga dengan yang diungkapkan oleh Bing Chrisna. Pelatih dansa ini menilai, berbagai manfaat yang didapat melalui aktif berdansa menjadikan kegiatan ini pilihan berbagai segmentasi, baik muda maupun dewasa.

“Dansa merupakan kegiatan yang menyenangkan. Hingga saat ini saya melatih, murid saya beragam dari anak-anak, remaja hingga ada yang berusia 90 tahun,”ujar salah satu pendiri D’ Lince Dance Community Semarang.

Namun begitu, untuk aktif berdansa perlu dimulai dari hati. Setidaknya menyukai musik dan ada kemauan untuk bergerak. “Kalau sudah suka musik dan bergerak, dansa lama-lama juga bisa jadi hobi. Kalau sudah jadi hobi, umur berapa saja juga pasti tetap inginnya berdansa,”imbuh Ketua Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) Jawa Tengah, Agus Mulyadi. (dna/zal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here