UNBK Bebas Pungutan

120

MAGELANG – Dua sekolah di Kota Magelang akan menumpang tempat saat melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP. Yakni, SMP Muhammadiyah dan SMP Kristen 1 Kota Magelang.

Keduanya tidak bisa menggelar UNBK secara mandiri, karena jumlah perangkat komputer tidak memenuhi sepertiga peserta ujian. Sehingga, SMP Muhammadiyah menumpang di SMA Muhammadiyah Magelang. Sementara SMP Kristen 1, menumpang di SMK Kristen 1 Kota Magelang.

“Menumpang nggak apa-apa, ketimbang memaksakan menarik pungutan kepada orang tua siswa,” kata Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Agus Sujito, kemarin.

Dari 22 SMP negeri dan swasta di Kota Magelang, semua akan melaksanakan UNBK. Dipastikan bebas pungutan untuk membeli perangkat guna menunjang sistem tersebut. Bahkan pihaknya telah mengonfirmasi ke sekolah terkait isu itu.

“Ujian nasional itu sifatnya gratis, tapi kalau try out, les atau latihan-latihan berbayar itu masih wajar,” ungkapnya.

Bahkan, Pemkot Magelang telah mengucurkan dana APBD 2016 untuk pengadaan komputer. Jumlah komputer yang dikirim ke sekolah jumlahnya bervariasi, sesuai kebutuhan. Ia juga menambahkan, semua sekolah telah mengikuti simulasi pada 27 Februari lalu. “Semua berjalan lancar,” akunya.

UNBK tingkat SMP rencananya terbagi dalam dua gelombang. Pertama, pada 2, 3, 4 dan 8 Mei mendatang. Berlanjut gelombang kedua, pada 9, 10, 15 dan 16 Mei 2017. Sedangkan tingkat SMK, 2-6 April dan SMA/MA pada 10-13 April 2017.

Dengan pelaksanaan ini, dipastikan tidak ada pendistribusian naskah ujian. Namun posko ujian nasional, diklaim tetap ada. “Tapi tidak perlu pengawalan-pengawalan seperti penyelenggaraan ujian nasional tahun sebelumnya.” Tahun ini, pelaksaan UNBK diikuti 3.653 siswa. Terdiri dari 3.050 siswa SMP, 475 siswa MTs, dan 128 perserta ujian dari paket B. (put/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here