Target Kartu Tani Molor

123

SEMARANG – Dari 1.500.503 Kartu Tani yang sudah dicetak, baru 1.340.000 petani di 22 kabupaten/kota yang sudah menerima. Padahal targetnya Maret ini semua petani bisa merasakan manfaat Kartu Tani.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Setda Jateng, Peni Rahayu menjelaskan, Kamis (2/3) lalu, pihaknya membagikan Kartu Tani di empat kabupaten. Yaitu Klaten kepada 67.241 petani, Magelang 42.770 petani, Pati 84.994 petani, dan Batang 56.997 petani. ”Sembari membagikan kartu tani di 22 kabupaten/kota, kami juga melakukan sosialisasi dan pendataan di 13 kabupaten yang akan mendapatkan Kartu Tani gelombang kedua,” ucapnya, Jumat (3/3).

Ke-13 kabupaten tersebut adalah Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Rembang, Kudus, Jepara, Temanggung, Kendal, Pekalongan, dan Brebes. Dia menargetkan, pendataan petani di sejumlah daerah tersebut harus sudah selesai akhir Mei mendatang.

Dijelaskan, ada sedikit perubahan peraturan. Sekarang, petani yang mendapatkan pupuk bersubsidi adalah mereka yang menggarap lahan garapan maksimal 2 hektare. ”Di 2016 kemarin, sempat ada peraturan, semua petani berhak mendapatkan pupuk bersubsidi. Tidak melihat luasan garapan,” tegasnya.

Dengan adanya perubahan tersebut, data di Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI) juga diperbaiki. Sehingga, Kartu Tani yang seharusnya bisa digunakan Januari 2017 lalu, harus diundur menjadi awal Maret mendatang.

Dari data SINPI tersebut, lanjut Peni, akan dikembangkan dengan memberikan akses kepada Bulog. Dengan begitu, Bulog bisa memantau seluruh petani yang sedang panen, kapasitas produksi, lokasi, luas lahan, komoditas, dan data lain seputar pertanian.

”Dari situ, Bulog bisa menawarkan harga dan bisa bertransaksi dengan petani lewat SINPI. Pembayaranya langsung transfer ke rekening petani karena Kartu Tani bisa digunakan untuk kegiatan perbankan,” tegasnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku memang mendorong ada sistem yang bisa melihat produktivitas petani. ”Jadi bukan hanya jumlah petani saja. Tapi apa yang ditanam, luasnya berapa, hingga kapan panennya,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here