Sumpah Pocong Urung Dilakukan

825
LENGANG : Warga di sekitar rumah korban pembunuhan di Desa Gapuro Kecamatan Warungasem berharap kasus tersebut bisa terungkap. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
LENGANG : Warga di sekitar rumah korban pembunuhan di Desa Gapuro Kecamatan Warungasem berharap kasus tersebut bisa terungkap. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Keluarga korban dan warga Desa Gapuro Kecamatan Warungasem Batang berharap kasus pembunuhan pada Haniyah, 37, warga gang 5 RT 04 RW 02 segera terungkap. Karena sejak kejadian pada 4 Desember 2016 lalu, hingga kini belum ada titik terang. Bahkan menurut warga, pihak kepolisian terkesan pasrah terkait kasus ini.

“Warga dan keluarga sedikit geram dengan belum terungkapnya kasus ini. Saat kami konfirmasi kasus ini, hingga kini tidak ada jawaban pasti,” sesal paman korban, Supardi saat ditemui di rumahnya Gapuro gang 3,  Jumat (3/3).

Supardi juga mengungkapkan bahwa hingga kini, pihak kepolisian masih terus mencari penyebab meninggalnya korban. Karena saat diperiksa, semua keluarga yang diduga sebagai pelaku mengaku tidak tahu sama sekali.

Padahal menurut warga, saat kejadian di rumah tersebut hanya ada 3 orang. Yaitu H Masrukhin, 44, istrinya Aminah, 34, dan salah satu pembantu, yaitu Ulfiah.

“Saat kami tanya ke Kapolsek, disarankan untuk ikhlas saja, tidak usah diteruskan saja kasusnya. Kasatreskrim Batang juga bilang sebelum Januari ketemu, kemudian dijanjikan habis Pilkada. Namun hingga sekarang tidak jelas,” sesalnya.

Karena semua cara dianggap gagal, keluarga dan warga sekitar yang penasaran, pada Jumat juga sempat akan melakukan sumpah pocong, pada kedua majikan korban yang dicurigai oleh warga.

Ratusan warga Desa Gapuro Kecamatan Warungasem, Batang, selepas salat Jumat dengan naik berbagai kendaraan mendatangi komplek makam Syekh Abdurohman di Desa Gringgingsari Kecamatan Wonotunggal. Warga ingin menyaksikan secara langsung pelaksanaan sumpah yang akan dilakukan oleh keluarga H Masrukin dan keluarganya.

“Sumpah pocong ini memang atas permintaan warga dan kerabat korban kepada keluarga sang majikan, dikarenakan kasus kematian janda beranak 2 itu hingga kini masih belum terungkap,” ungkap Fahmi yang merupakan tetangga korban dan terduga pelaku pembunuhan.

Pemilihan makam tersebut, memang sudah jadi kesepakatan semua warga. Karena diyakini sumpah disitu sangat manjur, sehingga walaupun lokasinya sangat jauh warga rela berdatangan.

Namun, setelah di lokasi Makam keramat, ulama setempat menasihati kedua belah pihak. Agar jangan meneruskan, karena bisa berakibat fatal bagi keduanya. Sehingga kembali disepakati akan kembali, menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian agar segera terungkap.

Seperti diketahui, saat pembunuhan tersebut terungkap korban ditemukan tergeletak di dalam garasi mobil milik majikannya pada Minggu (4/12) sekira pukul 07.30. Korbam ditemukan dalam keadaan kepala bersimpah darah.

Saat kejadian, menurut warga di rumah tersebut hanya ada keluarga majikan. Tak pelak, hingga kini mereka yang masih dicurigai sebagai pelaku pembunuhan.

Di lokasi korban meninggal, juga ditemukan beberapa barang bukti berupa satu buah gembok garasi berikut anak kunci. Selanjutnya ditemukan juga satu buah ponsel Nokia warna hitam milik korban dan sandal jepit warna putih milik korban. Diperkirakan korban meninggal dunia dengan cara dipukul dan dicekik dan dibenturkan. Karena hasil otopsi, leher korban patah. (han/ric)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here