Semakin Lama Disimpan, Semakin Nikmat

209
PRODUK BARU: Tosiani menunjukkan produk cold brew wine coffe kreasinya. (Ahsan fauzi/radar kedu)
PRODUK BARU: Tosiani menunjukkan produk cold brew wine coffe kreasinya. (Ahsan fauzi/radar kedu)

TEMANGGUNG: Kopi biasanya disajikan dengan seduhan panas. Namun Tosiani, 30,warga Perumahan Villa Asri Madureso Temanggung menampilkan hal yang berbeda. Atas kreativitasnya, ia memunculkan produk baru. Kemasan minuman kopi dalam botol disajikan dalam keadaan dingin. Namanya cold brew wine coffe.

Tosiani menuturkan, cold brew wine coffe menggunakan bahan baku kopi lokal asal Temanggung. Kopi racikannya terdiri atas dua jenis, yakni arabika natural wine dan arabika natural honey. “Berbeda dengan kopi pada umumnya yang diracik menggunakan air panas, proses pembuatan cold brew wine coffe justru menggunakan air dingin dengan metode fermentasi,’’ kata Tosi-sapaan akrab-Tosiani.

Cara membuat kopi ini, langkah pertama, biji kopi jenis arabika yang telah dikupas dibungkus dalam wadah plastik selama satu minggu. Setelah itu, biji kopi tersebut dijemur sampai kering. Tahap ini dilakukan secara berulang-ulang selama 50 hari sampai mengeluarkan aroma dan cita rasa wine.

Proses selanjutnya adalah roasting atau menyangrai. Biji kopi yang berubah warna menjadi hitam lantas ditumbuk (blanded) hingga menjadi bubuk halus. Bubuk itu kemudian direndam dalam air selama 5 hari. Setelah itu, barulah air dan ampas kopi dipisahkan dengan cara disaring menggunakan kain berpori kecil. Air inilah kemudian dimasukkan ke dalam kulkas untuk proses pendinginan.

“Air fermentasi kopi itulah yang dinamakan wine coffe. Wine coffe yang dimasukkan dalam botol 230 ml itu siap untuk diminun. Semakin lama waktu penyimpanannya dalam kulkas justru semakin nikmat rasanya,” ungkapnya.

Cold brew wine coffe karya Tosi ternyata sudah banyak penggemarnya. Produk ini sudah beredar tak hanya di wilayah Jawa Tengah, namun sudah sampai luar kota. Seperti Bandung, Jogjakarta, Jakarta, Kalimantan, Sumatera, Bali, Ambon dan Palu Sulawesi.

“Dalam sebulan bisa laku 200 botol wine coffe, kita banderol perbotol Rp 25.000 hingga Rp 30.000 ribu dengan menyesuaikan jarak pengiriman (paketan),” jelasnya. (san/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here