Rumah Warga Candi Garon yang Retak-Retak Bertambah

223
MELUAS: Retakan di halaman rumah warga Dusun Bodehan, Desa Candi Garon, Sumowono. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELUAS: Retakan di halaman rumah warga Dusun Bodehan, Desa Candi Garon, Sumowono. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Jumlah rumah warga yang terdampak amblasnya tanah di Desa Candi Garon, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang bertambah. Sedikitnya empat rumah yang berada di Dusun Bodehan, Desa Candi Garon mulai retak-retak. Seperti rumah milik Mulyanto, 60, warga RT 03 RW 08 Dusun Bodehan. Retakan yang memiliki lebar lebih dari 10 sentimeter sudah tampak di dinding rumahnya. Beberapa ruang pribadi di rumah tersebut kini terpaksa harus ditopang bambu.

”Terpaksa dicongkok bambu agar tidak rubuh,” ujar Mulyanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (3/3).

Selain itu, retakan juga merusak lantai keramik yang ada di rumahnya. Tak hanya itu, dapur rumah Mulyanto juga sudah dipasang penopang bambu. Retakan sendiri mulai dari halaman rumah hingga menerobos dalam rumah. Selain itu, garis retakan juga memanjang hingga menyerang tiga rumah yang posisinya di belakang rumah Mulyanto. ”Saya tinggal sama istri (Khotimah) serta satu anak dan cucu,” tuturnya.

Dinding luar rumah bagian kanan juga retak hingga membelah atap rumah miliknya. Meski begitu, Mulyanto lebih memilih untuk tetap tinggal di rumahnya, dan enggan mengungsi. ”Saya kira sudah aman, soalnya sudah saya kasih penyangga,” katanya.

Retakan tersebut, diakui Mulyanto, baru kali pertama dialami. ”Baru kali ini retak. Meski sebelah rumah itu sungai, tidak pernah retak, baru kali ini,” ujarnya.

Mengetahui hal tersebut, Mulyanto langsung segera menutup rekahan menggunakan semen. ”Kecuali yang atas, harus dipakai penyangga. Retakan juga sampai menjebol beberapa plafon rumah saya,” katanya.

Kondisi serupa juga dialami Kariyanto, 45, yang rumahnya persis di belakang rumah Mulyanto. Pilar penyangga teras rumah menggantung di atas tanah. Hal itu dikarenakan tanah amblas sedalam 20 sentimeter. ”Kejadiannya bareng sama rumah Pak Mulyanto. Sampai rumah belakang,” ujarnya.

Selain membuat pilar penyangga rumahnya menggantung, dinding rumah bagian depan juga retak. Retakan juga menjalar hingga atap rumah.

”Namun plafonnya nggak ada yang jebol. Untuk dinding juga langsung saya tambal, namun untuk pilarnya belum, masih nggantung,” tuturnya.

Dijelaskan Kariyanto, retakan juga menjalar di dua rumah di belakangnya, yakni milik Legiman, 40, dan Tarno, 43.

”Panjang retakan diperkirakan sampai 60 meter. Jika dihitung dari pusatnya, yakni di halaman rumah Pak Mulyanto sampai rumah Pak Tarno, namun retakannya memang putus-putus dan lebarnya bervariasi,” katanya.

Sama seperti Mulyanto, Kariyanto juga tidak mengungsikan keluarganya ke tempat yang lebih aman. ”Masih di rumah saja, ini masih aman,” ujarnya.

Sebelumnya, empat rumah yang berada di Dusun Cukil terkena dampak dari amblasnya tanah yang ada di lapangan sepak bola desa setempat. Satu di antaranya terpaksa harus dirobohkan. Total yang terdampak kini sudah delapan rumah.

Kades Candi Garon, Margowanto, mengatakan, pihaknya tengah mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Semarang dan Provinsi Jawa Tengah. ”Karena dana tak terduga milik desa sudah habis buat bantu korban kebakaran beberapa waktu lalu,” katanya.

Khusus untuk tanah yang amblas di lapangan sepak bola Pandan Murti, pihaknya masih mengusahakan untuk peminjaman alat berat berupa begu. Begu tersebut nantinya akan digunakan untuk meratakan kembali tanah di lapangan tersebut. ”Karena yang paling parah kan di lapangan,” ujarnya.

Tingginya debit hujan yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (3/3), juga semakin menambah lebar dan dalam rekahan tanah di lapangan desa setempat. Kini kedalaman sudah mencapai tiga meter. Jumlah retakan juga semakin bertambah banyak. ”Nanti dengan begu, lapangan akan diratakan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan membuat sistem drainase khusus di lapangan tersebut. Menurutnya, apabila tidak dilengkapi drainase yang baik, air hujan yang masuk ke dalam rekahan tanah akan menambah dalamnya rekahan. Kemarin, puluhan warga masih memadati lokasi pusat tanah yang amblas di lapangan sepak bola desa setempat. Beberapa warga juga mengabadikan momen tersebut menggunakan handphone. Tidak sedikit dari mereka malah yang ber-selfie ria. (ewb/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here