Pernah Jualan Panci Sampai Tegal

205
Henry Wicaksono (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
Henry Wicaksono (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

Nama Henry Wicaksono memang belum banyak yang familiar di Salatiga. Namun, jika nama panggilannya Soni disebut, maka banyak yang paham. Iya, Soni adalah salah satu tokoh pemuda, pengusaha sekaligus ketua beberapa pengurus cabang olahraga di Salatiga.

Soni memiliki usaha di bidang trading dengan klien yang mencakup sejumlah kota besar di pulau Jawa, bahkan merambah hingga Bali dan Sumatera. Sebelum terjun membuka usaha sendiri, ia bekerja di perusahaan tekstil sejak 1994 dan akhirnya memutuskan mundur pada 2013 silam.

“Saya sejak kecil memang senang berdagang. Bahkan ketika kuliah, pernah freelance jualan panci hingga Tegal. Ketika kekerja juga pernah ketipu hingga miliaran. Namun semua itu menjadi pengalaman untuk ke depan menjadi tangguh,” ujar suami Ariani Rahayu ini saat ditemui di kantornya, kemarin.

Pria kelahiran 46 silam ini asli Salatiga. Ia menghabiskan masa belajar di SD Kanisius, SMP Stella Matutina, SMA Kristen 1 dan meraih gelar sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Di sela kesibukannya, ia tetap meluangkan waktu bersama kedua buah hatinya, Joy Nadya IW serta Ray Jaea Sakti Wicaksono.

Selain itu, Soni di waktu luangnya juga tetap menjalankan hobinya yakni berburu dan olahraga. Tidak heran jika dia didapuk sebagai ketua Perbakin selama dua periode dan kini juga ketua PASI kota Salatiga.
“Impian saya tidak banyak, hanya ingin kota Salatiga yang kecil ini semakin bagus dan masyarakatnya ayem,” tutur adik kandung ketua DPRD Kota Salatiga Teddy Sulistio ini. (sas/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here