Pengelolaan Berganti Controlled Landfill

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

MUNGKID – Sistem pengelolaan TPA Pasuruhan di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang diubah oleh Dinas Lingkungan Hidup. Pengelolaan dengan sistem tradisional atau hanya ditumpuk kini menjadi controlled landfill.

“Saat ini nilai P1 kita 75,4 sedangkan nilai minimal untuk bisa memperoleh piala Adipura adalah 75. Kita optimis bisa peroleh piala tersebut dengan dukungan dari semua pihak,” ujar Kadinas LH Tri Agung Sucahyono, kemarin.

Menurutnya, perubahan pengolahan sampah ini turut berperan dalam menyumbang penilaian Adipura. “Sistem sudah kita ubah sejak 2016 lalu,” kata dia.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DLH, Urip Rahardjo menambahkan, pengolahan sampah dengan konsep controlled landfill mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selain mengurangi bau sampah, dengan pengolahan secara controlled landfill kita juga bisa mengambil manfaat dari keberadaan sampah yang sudah berumur tahunan,” jelasnya.

Dia menyebutkan, pihaknya mengolah sampah menjadi biogas serta pupuk kompos. Caranya, dengan memilah antara sampah organik dan anorganik. Untuk sampah yang sudah berumur sekitar 8 tahun, ditimbun dengan tanah. “Timbunan sampah tersebut kemudian kita pasangi pipa. Dengan proses sedemikian rupa, sampah tersebut akan menghasilkan biogas yang disalurkan melalui pipa,” terangnya.

Biogas itu sendiri, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk memasak seperti gas elpiji. Diperkirakan, biogas yang dihasilkan dari TPA Pasuruhan dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar Pasuruhan dan Deyangan.

“Saat ini kita juga sedang memikirkan untuk membuat lokasi TPA ini lebih indah dan bersih. Salah satunya dengan menanam tanaman bunga,” katanya. (vie/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -