Pengelolaan Berganti Controlled Landfill

151
CEPAT PENUH: TPA Pasuruhan yang masih menggunakan sistem tradisional, sampah hanya ditumpuk di lokasi. (DOK RADAR KEDU)
CEPAT PENUH: TPA Pasuruhan yang masih menggunakan sistem tradisional, sampah hanya ditumpuk di lokasi. (DOK RADAR KEDU)

MUNGKID – Sistem pengelolaan TPA Pasuruhan di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang diubah oleh Dinas Lingkungan Hidup. Pengelolaan dengan sistem tradisional atau hanya ditumpuk kini menjadi controlled landfill.

“Saat ini nilai P1 kita 75,4 sedangkan nilai minimal untuk bisa memperoleh piala Adipura adalah 75. Kita optimis bisa peroleh piala tersebut dengan dukungan dari semua pihak,” ujar Kadinas LH Tri Agung Sucahyono, kemarin.

Menurutnya, perubahan pengolahan sampah ini turut berperan dalam menyumbang penilaian Adipura. “Sistem sudah kita ubah sejak 2016 lalu,” kata dia.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DLH, Urip Rahardjo menambahkan, pengolahan sampah dengan konsep controlled landfill mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selain mengurangi bau sampah, dengan pengolahan secara controlled landfill kita juga bisa mengambil manfaat dari keberadaan sampah yang sudah berumur tahunan,” jelasnya.

Dia menyebutkan, pihaknya mengolah sampah menjadi biogas serta pupuk kompos. Caranya, dengan memilah antara sampah organik dan anorganik. Untuk sampah yang sudah berumur sekitar 8 tahun, ditimbun dengan tanah. “Timbunan sampah tersebut kemudian kita pasangi pipa. Dengan proses sedemikian rupa, sampah tersebut akan menghasilkan biogas yang disalurkan melalui pipa,” terangnya.

Biogas itu sendiri, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk memasak seperti gas elpiji. Diperkirakan, biogas yang dihasilkan dari TPA Pasuruhan dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar Pasuruhan dan Deyangan.

“Saat ini kita juga sedang memikirkan untuk membuat lokasi TPA ini lebih indah dan bersih. Salah satunya dengan menanam tanaman bunga,” katanya. (vie/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here