Korban Hanyut Sampai Kulonprogo

River Tubing Celaka di Kali Elo

656
DICARI : Sejumlah tim SAR berdoa sebelum melakukan pencarian korban hilang dalam kecelakaan air di Kali Elo, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
DICARI : Sejumlah tim SAR berdoa sebelum melakukan pencarian korban hilang dalam kecelakaan air di Kali Elo, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID – Kecelakaan air kembali terjadi di Kabupaten Magelang. Lima warga Banyuurip Kecamatan Tegalrejo terseret arus saat bermain tubing di Kali Sono hilir Kali Elo. Dua orang selamat dua meninggal dan satu masih hilang. Salah satu korban yang tewas bahkan ditemukan hingga kawasan Trisik Kulonprogo Jogjakarta, Jumat (3/3).

Informasi yang dihimpun Radar Kedu, kejadian bermula ketika lima orang latihan river tubing atau meluncur bebas di sungai dengan menggunakan ban dalam mobil di Sungai Sono Desa Banyuurip Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (2/3) pukul 17.00. Pada saat kejadian. kondisi sungai sangat deras karena usai diguyur hujan.

Dua orang, Cahyo, 18 dan Wildan, 18, berhasil menyelamatkan diri. Seorang lagi ditemukan tewas bernama Agus Setiawan, 30. Sementara dua orang lainnya, Azis Muslim, 20 dan Syamsul Ma’arif, 30, hanyut dibawa arus air.

Humas Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Semarang Affandi menjelaskan, kemarin sore satu korban yang hanyut ditemukan di Trisik, dekat Laut Selatan Jawa. Korban pertama kali ditemukan warga setempat. Kemudian informasi menyebar hingga diterima tim di Kabupaten Magelang.
Jauhnya jasad korban terbawa arus dikarenakan kondisi sungai Elo yang banjir. “Jasad kemudian masuk ke Kali Progo yang arusnya lebih deras,” jelasnya.
Hingga semalam, tim Basarnas belum mengetahui secara pasti identitas korban yang ditemukan. Tapi diduga korban yang ditemukan bernama Syamsul Maarif. “Tim sedang meluncur ke lokasi,” kata Affandi Jumat petang.

Dijelaskannya, sebanyak 200 personel diterjunkan dalam upaya pencarian. Terdiri dari SAR Kabupaten Magelang, Basarnas kantor Jogjakarta, Basarnas Semarang, BPBD Kabupaten Magelang, Damkar, PMI, Tagar, TNI dan Polri serta dibantu warga sekitar dan komunitas rafting Magelang.

Komandan Basarnas Semarang Budi Resti mengatakan, upaya pencarian meliputi susur sungai. Penyisiran menggunakan 11 perahu rafting. Penyisiran dibagi menjadi beberapa titik dimulai titik start river tubing korban di Sungai Sono wilayah Dusun Glagahombo, hingga pertemuan Sungai Sono dan Elo di Dusun Sorobayan, Desa Banyuurip. “Setelah itu, kami menyisir Sungai Elo dari Dusun Sorobayan sampai ke Desa Blondo, hingga Mendut, Kecamatan Mungkid, atau sekitar 10 kilometer,” ujar Budi.

Menurut Budi, arus Sungai Sono dan Elo masih cenderung besar sehingga cukup sulit untuk menemukan korban. Kemudian banyaknya palung atau pusaran air di sungai Elo dinilai membahayakan jika dilakukan penyelaman. “Dalam kondisi normal, dalam 24 jam, korban yang meninggal dunia akan mengapung. Namun segala kemungkinan bisa terjadi, misalnya korban tersangkut batu, ranting atau lainnya,” ungkap Budi.

Selain itu, cuaca hujan juga menjadi pertimbangan dalam proses pencarian kecelakaan air. Budi berujar, pencarian akan dilakukan hingga tujuh hari ke depan, sesuai undang-undang Basarnas.

Kepala Bagian Operasi Polres Magelang AKP Ngadisa menambahkan pihaknya juga telah memerintahkan semua anggota di 6 polsek yang dilewati Sungai Elo, yaitu Polsek Tegalrejo, Candimulyo, Mertoyudan, Mungkid, Borobudur dan Ngluwar untuk siaga.

“Kami sudah perintahkan anggota yang ada di enam polsek untuk ikut memantau dan menyisir Sungai Elo,” jelas Ngadisa. (vie/lis/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here