33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Kades Terdampak Rob Tuntut TPS

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN – Lantaran sulit membuang sampah dan banyak sampah yang hanyut terbawa banjir rob, lima Kepala Desa terdampak banjir rob meminta kepada Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi agar di wilayahnya dibangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara.

Pasalnya warga yang kena dampak banjir rob kesulitan ketika hendak membuang sampah. Sehingga warga membuang sampah ke Sungai Bremi dan Sengkarang yang tak jauh dari lokasi banjir rob tersebut. Akibatnya banyak sampah yang tersumbat di jembatan desa, yang membuat pemukiman semakin banjir.

Kepala Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Siswanto, Jumat (03/02) mengungkapkan di lokasi desa terdampak rob, tidak ada TPS sementara. Sampah dari rumah tangga dibuang warga sembarangan. Bahkan dibuang di Sungai Bremi dan Sengkarang.

Menurutnya pihak desa sudah beberapa kali mengajukan permohonan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) agar desa terdampak rob yang ada. Yakni Desa Spacar, Mulyorejo, Tegaldowo, Jeruksari dan Karangjompo disediakan TPS. “Kami sudah sejak setahun lalu mengajukan TPS ke PU, namun hingga kini belum pernah direspon,” ungkapnya.

Kepala Desa Mulyorejo, Mubarok, juga mengatakan banyak jembatan di desanya yang tersumbat oleh sampah yang dibuang warga, karena tidak adanya TPS di desa terdampak rob. Menurutnya jika Bupati Pekalongan mengabulkan permintaan warga terdampak rob terkait adanya TPS, maka lima Kepala Desa tersebut bersedia menyediakan tanahnya untuk lokasi TPS. “Kami Kades terdampak rob sudah berembug, akan menyediakan tanah jika Bupati menyediakan TPS, sehingga warga tidak lagi membuang sampah sembarang,” kata Mubarok.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, ketika dikonfirmasi menegaskan pihaknya sangat menyetujui dibangunnya TPS sementara, yang akan ditempatkan di desa terdampak rob.

Dia meminta para Kepala Desa terdampak rob, untuk segera berunding dan menentukan tempat yang akan dijadikan sebagai TPS. Pemda juga akan membangun TPS tersebut memadai, dan membuat tampat pengolahan sampah agar bisa dijadikan kompos, yang bisa meningkatkan ekonomi warga terdampak rob.

“Kita akan menyetujui TPS yang diusulkan para Kades terdampak rob, dan akan segera kira realisasikan, untuk sementara dari DPU akan menyediakan truk sampah portabel, yang bisa diangkut sewaktu-waktu jika sampah sudah penuh,” tegasnya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kodam IV/Diponegoro Tingkatkan Tertib Berlalu Lintas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tertib berlalu lintas tidak hanya ditekankan pada masyarakat umum saja. Tapi juga kepada anggota TNI dan PNS. Seperti sosialisasi dan uji petik...

538 Orang Terjaring Razia Premanisme

SEMARANG - Sebanyak 538 orang terjaring razia Cipta Kondisi dan Operasi Ramadniya (Ramadan dan Hari Raya) yang dilakukan aparat Polda Jateng bersama jajarannya. Dari...

Kenalkan Lingkungan Kampus

MUNGKID—Kemajuan dan perkembangan Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang sudah sampai ke seantero Nusantara. Hal ini terbukti dengan mahasiswa baru (maba) yang berasal dari Aceh hingga...

18 Kelompok Ikuti Festival Rebana

SEMARANG – Festival Rebana se-Kota Semarang digelar Ikatan Remaja Masjid Jami’ Nurul Insan  Jalan Koptu Suyono, Kemantren RT 2 RW 4, Kelurahan Wonosari, Ngaliyan,...

Kartu Kuarted sebagai Media Pembelajaran PKn

RADARSEMARANG.COM - MEDIA pembelajaran adalah sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengiriman (guru) ke penerima (siswa) guna merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan...

30 Pemuda Tawuran, Tujuh Diamankan 

SEMARANG-Diduga sebanyak 30-an pemuda terlibat tawuran, di Jalan Pandanaran, sekitar kawasan Pekunden, Minggu pagi (10/9) kemarin. Namun hanya tujuh pemuda yang berhasil diamankan petugas...