Kades Terdampak Rob Tuntut TPS

411
CEK LOKASI : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Kepala Desa Jeruksari dan warga saat meninjau lokasi yang akan dijadikan sebagai Tempat Pembuangan Sampah (TPS). (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
CEK LOKASI : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Kepala Desa Jeruksari dan warga saat meninjau lokasi yang akan dijadikan sebagai Tempat Pembuangan Sampah (TPS). (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Lantaran sulit membuang sampah dan banyak sampah yang hanyut terbawa banjir rob, lima Kepala Desa terdampak banjir rob meminta kepada Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi agar di wilayahnya dibangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara.

Pasalnya warga yang kena dampak banjir rob kesulitan ketika hendak membuang sampah. Sehingga warga membuang sampah ke Sungai Bremi dan Sengkarang yang tak jauh dari lokasi banjir rob tersebut. Akibatnya banyak sampah yang tersumbat di jembatan desa, yang membuat pemukiman semakin banjir.

Kepala Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Siswanto, Jumat (03/02) mengungkapkan di lokasi desa terdampak rob, tidak ada TPS sementara. Sampah dari rumah tangga dibuang warga sembarangan. Bahkan dibuang di Sungai Bremi dan Sengkarang.

Menurutnya pihak desa sudah beberapa kali mengajukan permohonan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) agar desa terdampak rob yang ada. Yakni Desa Spacar, Mulyorejo, Tegaldowo, Jeruksari dan Karangjompo disediakan TPS. “Kami sudah sejak setahun lalu mengajukan TPS ke PU, namun hingga kini belum pernah direspon,” ungkapnya.

Kepala Desa Mulyorejo, Mubarok, juga mengatakan banyak jembatan di desanya yang tersumbat oleh sampah yang dibuang warga, karena tidak adanya TPS di desa terdampak rob. Menurutnya jika Bupati Pekalongan mengabulkan permintaan warga terdampak rob terkait adanya TPS, maka lima Kepala Desa tersebut bersedia menyediakan tanahnya untuk lokasi TPS. “Kami Kades terdampak rob sudah berembug, akan menyediakan tanah jika Bupati menyediakan TPS, sehingga warga tidak lagi membuang sampah sembarang,” kata Mubarok.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, ketika dikonfirmasi menegaskan pihaknya sangat menyetujui dibangunnya TPS sementara, yang akan ditempatkan di desa terdampak rob.

Dia meminta para Kepala Desa terdampak rob, untuk segera berunding dan menentukan tempat yang akan dijadikan sebagai TPS. Pemda juga akan membangun TPS tersebut memadai, dan membuat tampat pengolahan sampah agar bisa dijadikan kompos, yang bisa meningkatkan ekonomi warga terdampak rob.

“Kita akan menyetujui TPS yang diusulkan para Kades terdampak rob, dan akan segera kira realisasikan, untuk sementara dari DPU akan menyediakan truk sampah portabel, yang bisa diangkut sewaktu-waktu jika sampah sudah penuh,” tegasnya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here