Jadi Wadah Kelompok Usaha Berkreasi

199
PRODUKTIF: Sejumlah anggota Komunitas Tangan Terampil saat membuat produk kerajinan bersama. (SHEILA LESTARI GIZA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PRODUKTIF: Sejumlah anggota Komunitas Tangan Terampil saat membuat produk kerajinan bersama. (SHEILA LESTARI GIZA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tangan Terampil merupakan kelompok usaha bersama yang bergerak di bidang pemberdayaan usaha kecil menengah, khususnya bagi para pelaku bisnis. Franssisca Nugraheni yang merupakan Project Officer Komunitas Tangan Terampil menuturkan alasan bergabung dengan komunitas tersebut lantaran tertarik dengan dunia bisnis.

Menurutnya, Tangan Terampil berdiri karena sang founder Bernadeta Natalia Pujiastuti merasa bahwa Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Kota Semarang tidak berkembang. Artinya para pelaku bisnis hanya di rumah, menunggu orderan datang. Oleh sebab itu, Tangan Terampil menjembatani mereka dalam upaya mengembangkan hasil produksi, tidak hanya berjualan di rumah atau di gerainya saja, tetapi juga muncul di swalayan, toko oleh-oleh serta melalui media online.

Cara kerja dari Tangan Terampil yaitu, merekrut orang yang mau menjadi member dengan memberikan kontribusi sebesar Rp 100.000/orang selama 1 tahun. Tujuan dari kontribusi tersebut sebagai pengikat agar orang tertarik. ”Banyak feedback yang didapatkan, seperti pelatihan, pendampingan, serta mengikutkan bazar-bazar produk member di setiap kegiatan,” katanya.

Berbagai program ditawarkan oleh Tangan Terampil, di antaranya student preneurship yang merupakan kegiatan semacam ekstrakurikuler dan dilaksanakan pada sekolah yang ditunjuk. Salah satunya di SMK Ignasius Semarang. Pemilihan dari sekolah tersebut lantaran memiliki jurusan akutansi dan pemasaran. Sehingga suatu kesempatan untuk mengajarkan serta mengenalkan dunia bisnis sejak muda, terutama bagi mereka yang pintar membuat produk tetapi tidak pandai memasarkannya.

Program selanjutnya adalah pemberdayaan masyarakat yang mengarah pada wanita. Sasaran dari program tersebut, mereka yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A daerah Bulu serta ibu-ibu penggendong barang serta pengupas bawang di Pasar Johar. (mg29/ric/ce1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here