Hari Ini Pengurus UTI Pro Jateng Dilantik

374
GENERASI TANGGUH: Sejumlah Dojang dari UTI Pro Jateng bersama Ketua Jateng terpilih, Theodorus Yosep Parera di sela-sela geladi bersih pelantikan di Hotel Patrajasa, Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
GENERASI TANGGUH: Sejumlah Dojang dari UTI Pro Jateng bersama Ketua Jateng terpilih, Theodorus Yosep Parera di sela-sela geladi bersih pelantikan di Hotel Patrajasa, Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Sekitar 70 pengurus Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) mulai dari Provinsi Jawa Tengah dan 6 daerah yakni, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kota Kendal, Kabupaten Jepara, Kota Magelang, dan Kabupaten Pekalongan, akan dilantik di Hall Room Poncowati, Hotel Patra Jasa Semarang, Sabtu (4/3) ini.

Pelantikan itu dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat UTI Pro, Mayjend TNI Andogo Wiradi, juga dihadiri langsung oleh Sekjend Uti Pro Lamting, Wakil Ketua Umum Rudy Johanes Pasung, dan Pembina, Grand Master Lioe Nam Khiong.

Ketua UTI Pro Jateng terpilih, Theodorus Yosep Parera berharap para atletnya bisa terus berlaga hingga level internasional dan ajang olimpiade, sehingga bisa turut serta membawa nama harum Indonesia. Pada 2016 lalu beberapa atletnya telah membuktikan bisa membawa juara I dan 2 dalam kejuaraan taekwondo dunia di Korea Selatan, yakni atas nama Bintang Kabila dan Rafael Figo Armando.

Tak hanya itu, lanjut Yosep, atlet binaannya dari Great Taekwondo Community (GTC) Banyumanik belum lama ini juga memperoleh juara umum dalam Kejurnas di Jogja kategori Indonesia Children Taekwondo Union (ICTU). Selain itu, kejuaraan Kapolres Cup yang diadakan di Kabupaten Semarang juga mendominasi Juara I dan II untuk kategori ICTU.

”Bagaimanapun jumlah masyarakat kita banyak, sehingga sudah seharusnya kita bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Kami juga berkomitmen untuk terus mengembangkan taekwondo di Jateng, sehingga bisa membangun masyarakat lebih baik,” kata Yosep saat ditemui di sela-sela geladi bersih, Jumat (3/3).

Pelatih UTI Pro Jateng, Rahmat menambahkan, untuk konsep pelatihan yang diterapkan pihaknya memang mulai dari anak SD dengan batasan usia 3 tahun hingga orang tua. Ia mengatakan untuk siswa SD bertujuan untuk melatih keberanian dan mental anak.

Menurutnya, seorang atlet bisa dikatakan mahir setelah latihan 2-3 tahun, dengan tingkatan tertinggi adalah grand master, sedangkan paling rendah geup 10 hingga 1 (dari putih sampai merah strip hitam dua). (jks/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here