Demokrat Mulai Jaring Calon Gubernur

224
ANTISIPASI: Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono saat memberikan materi pada kegiatan Sekolah Anti Korupsi Partai Demokrat di Hotel Patra Jasa, Semarang. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTISIPASI: Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono saat memberikan materi pada kegiatan Sekolah Anti Korupsi Partai Demokrat di Hotel Patra Jasa, Semarang. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Tengah mulai melakukan penjaringan calon gubernur dalam Pilgub 2018 mendatang. Baik kader internal maupun eksternal memiliki potensi untuk diusung partai berlambang bintang mercy tersebut.

Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jateng, Pramono Edi Wibowo mengaku agenda utama yang disiapkan adalah Pilkada dan Pilgub Jateng 2018. Pihaknya terus melakukan penguatan internal untuk bisa menjaring calon yang benar-benar memiliki kemampuan memimpin Jateng.

”Tidak hanya popularitas dan elektabilitas. Banyak pertimbangan yang sedang kami lakukan. Termasuk pengalaman atau track record,” katanya di sela  kegiatan Sekolah Anti Korupsi DPP Partai Demokrat di Hotel Patra Jasa, Semarang, kemarin.

Ia tidak menampik jika segala sesuatu pasti bakal terjadi terutama dalam Pilgub Jateng. Saat DPD terus mencari masukan dari daerah-daerah untuk mencari figur yang bakal diusung dalam Pilgub dan Pilkada serentak 2018. ”Masih terus dilakukan survei internal. Termasuk komunikasi dengan parpol lain,” tambahnya.

Sekolah Anti Korupsi dilakukan dengan menggandeng langsung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Langkah ini sebagai salah satu antisipasi atau pencegahan agar kader-kader Demokrat tidak terjerat kasus korupsi. Baik yang duduk di eksekutif maupun legislatif. ”Jika mereka tersandung kasus karena kesalahan atau ketidaktahuan administrasi ini yang masalah. Tapi kalau kader tahu dan tetap korupsi ya akan disanksi,” ujarnya.

Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono mengatakan, sampai Septermber 2016 dari 594 pelaku kasus korupsi, 190 orang di antaranya merupakan aktor partai politik. Untuk itu, pihaknya terbuka dan terus melakukan pencegahan dengan menggandeng partai politik. ”Kami terbuka kepada siapa pun yang ingin belajar antikorupsi. Lebih baik mencegah,” katanya.

Ia menambahkan, banyak kasus korupsi yang terjadi baik dari pusat maupun daerah. Ia berharap, parpol ikut berperan aktif dan membekali kadernya agar bisa terjerat kasus korupsi. Karena tidak jarang, pelaku melakukan korupsi karena ada kesempatan atau karena ketidaktahuan. “Pemahaman akan bahaya korupsi harus digerakkan secara gencar. Ini untuk masa depan bangsa-negara,” tambahnya. (fth/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here