31 Bidang Lahan Belum Dibebaskan

Proyek Tol Pemalang-Batang

446
DIKEBUT : Pembangunan proyek tol Pemalang-Batang di Desa Ambokembang terus dikebut dengan harapan dapat digunakan pada saat arus mudik mendatang. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
DIKEBUT : Pembangunan proyek tol Pemalang-Batang di Desa Ambokembang terus dikebut dengan harapan dapat digunakan pada saat arus mudik mendatang. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Dari 93 bidang lahan yang terkena proyek jalan tol Trans Jawa ruas Pemalang-Batang di Kabupaten Pekalongan, hingga Jumat (3/3) masih ada 31 bidang yang belum dibebaskan oleh Panitia Pengadaan Tanah (P2T). Padahal di akhir Februari lalu, pembebasan lahan tersebut harus sudah selesai 100 persen.

Sekretaris P2T jalan tol Pemalang-Batang di Kabupaten Pekalongan, Wahyudi Widodo mengungkapkan hingga kini, masih ada 31 lahan bidang yag belum dibebaskan, yang akan digunakan untuk proyek tol Pemalang-Batang. Sehingga beberapa kegiatan proyek tol sempat molor.

Namun demikian berdasarkan data P2T, hingga saat ini progres pembebasan lahan terdampak tol sudah mencapai 98.54 persen, dengan total luasan 2.027 bidang lahan, atau kurang 1,5 persen dari total lahan yang dibutuhkan.

“Masih tersisa 31 bidang lahan yang belum dibebaskan. Padahal seharusnya pembebasan lahan terdampak proyek jalan tol harus selesai akhir Februari 2017 lalu,” ungkap Wahyudi.

Wahyudi Widodo juga mengatakan dari 31 bidang lahan, yang belum dibebaskan tersebut terdapat di Desa Jajarwayang, Tangkil Tengah dan Babalan Lor. Disebabkan karena beberapa kendala, baik administrasi maupun lapangan. Yakni ada koreksi penilaian dari tim appraisal, dimana harga belum disepakati warga, dan ada bidang yang belum dinilai karena pendataannya terlambat.

Menurutnya ada tanah kas desa juga yang sudah diselesaikan atau dibebaskan, namun belum dapat digunakan karena penggunaannya masih menunggu persetujuan dari Gubernur Jateng.

“Namun demikian pada arus mudik Lebaran tahun ini, ditargetkan tol sudah bisa dilalui, makanya kami akan segera menyelesaikan selesai pembebasan lahan tersebut,” kata Wahyudi.

Sementara itu, Kabag Tata Pemerintahan Pemkab Pekalongan, M Arifin, menegaskan terdapat 24 desa yang terkena proyek jalan tol. Namun sebegian besar sudah diselesaikan, hanya beberapa tanah kas desa yang sudah diselesaikan atau dibebaskan, masih belum dapat digunakan karea masih menunggu persetujuan dari Gubernur Jateng.

Menurutnya, total terdapat 93 bidang tanah yang terkena proyek pembangunan tol di wilayah Kabupaten Pekalongan, dengan luas lahan mencapai 175,252 meter persegi. Yang terdiri TKD mencapai 59 bidang, dan tanah wakaf mencapai 13 bidang.

“Sedangkan untuk tanah makam hanya tiga bidang dan lain-lain 18 bidang, selama ini tidak ada kendala,” tegasnya. (thd/ric)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here