Warga Slento Kembali Terisolir

253
KEMBALI ROBOH: Jembatan darurat penghubung Desa Kaliputih dan Dukuh Slento kembali roboh akibat terus tergerus derasnya aliran sungai. Foto lain, beberapa warga terpaksa melintasi sungai agar bisa sampai tujuan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEMBALI ROBOH: Jembatan darurat penghubung Desa Kaliputih dan Dukuh Slento kembali roboh akibat terus tergerus derasnya aliran sungai. Foto lain, beberapa warga terpaksa melintasi sungai agar bisa sampai tujuan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—350 warga dukuh Slento, Desa Kaliputih Kecamatan Singorojo kembali terisolasi. Pasalnya, jembatan darurat yang sempat dibangun kembali roboh akibat diterjang derasnya aliran sungai yang meningkat akibat hujan deras, Rabu (1/3) malam.

Robohnya Jembatan Kaliputih ini merupakan yang ke empat kalinya. Terakhir roboh terjadi pada pertangahan bulan Januari lalu. Paska robohnya jembatan, pemerintah dibantu aparat TNI, Polri dan warga desa setempat membangun jembatan darurat.

Putusnya jembatan tersebut mengganggu aktivitas warga Desa Kaliputih dan Dukuh Slento. Untuk dapat keluar desa dan beraktivitas warga terpaksa menyebrangi sungai yang arusnya cukup deras.

Hal tersebut tentu saja menyulitkan anak-anak yang hendak berangkat atau pulang sekolah. Bahkan karena bencana tersebut, sejumlah orang tua melarang anak-anak mereka untuk bersekolah dengan alasan khawatir hanyut mengingat arus sungai yang masih deras.

Sementara anak-anak yang tetap bersekolah terpaksa didampingi orang tuanya masing-masing dengan cara digendong saat menyebrangi sungai. “Perekonomian warga Slento lumpuh, karena jembatan ini adalah satu-satunya akses warga Slento untuk keluar,” kata Surono, 54, warga setempat.

Dibeberkannya, jembatan darurat yang dibangun lebih kurang dua bulan ini roboh setelah bronjong penahan batu kali jeblol akibat diterjang derasnya arus sungai. “Akibatnya kendaraan tidak keluar masuk Dukuh Slento,” tuturnya.

Bahkan, mobil angkutan yang mengangkut hasil pertanian warga yang biasa melintas, kini hanya bisa sampai di depan jembatan. “Malah beberapa angkutan memilih berhenti beroperasi, hingga jembatan ini diperbaiki,” jelasnya.

Camat Sukorejo, Sobirin mengatakan, ada 350 warga terisolasi karena jembatan putus. Jembatan Kali Slento terakhir putus pada 16 Januari 2017. Penyebabnya juga sama yakni terjangan arus sungai yang deras.  Sedangkan arus deras di Sungai Kaliputih pada Rabu malam merobohkan dasar jembatan darurat yang sudah disambung dengan kayu dan bronjong.”Warga bersama BPBD sudah membuat jembatan darurat mengunakan bambu warga bisa melintas. Tapi hanya untuk pejalan kaki sementara belum bisa dilintasi sepeda motor ataupun mobil,” jelas Sobirin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Sigit Sulistyo, mengungkapkan putusnya jembatan darurat tersebut akibat tidak kuat menahan derasnya arus sungai Kaliputih. Putusnya jembatan tersebut sudah empat kali putus, setelah sebelumnya pernah putus pada 18 maret 2016, 12 april 2016, dan 16 januari 2017. Jembatan dengan panjang sekitar 30 meter dengan lebar 2.5 meter, sisi jembatan yang putus ada pada sisi tengah jembatan yang sebelumnya sudah miring. “Rencananya tahun ini jembatan Kali Slento akan dibangun permanen dengan anggaran yang disiapkan sekira 2 miliar rupiah,” imbuhnya. (bud/zal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here