33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Terdampak Tol, 125 Ha Sawah Mangkrak

Another

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

KAJEN – Lebih dari 125 hektare sawah yang ada di Kabupaten Pekalongan tidak dapat ditanami padi, meski saat ini musim hujan. Pasalnya, sawah yang mengandalkan curah hujan, dan saluran dari bendungan atau pengairan sungai tersumbat adanya pengerjaan proyek pembangunan jalan tol Batang Pemalang yang mulai dilakukan selama 4 bulan terakhir.

Adapun 125 hektare sawah yang semula subur, dan kini tidak bisa ditanami padi, tersebar pada 7 desa. Yakni Desa Simbang Kulon, Simbang Wetan, Pakumbulan, Bligo, Tangkil Kulon, Pekajangan, dan Wuled. Sedangkan puluhan hektare sawah lainnya yang mulai mengalami kekeringan air terjadi pada desa yang ada di Kecamatan Bojong.

Pengurus Paguyuban Kelompok Tani Makmur Tani, Suhaemi,54, Kamis (2/3) mengungkapkan dirinya bersama beberapa kelompok tani lainnya telah melapor ke Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral (PSDA ESDM), terkait lahan sawahnya yang tidak bisa ditanami. Sebab saluran irigasi persawahan tertutup proyek pembangunan jalan tol.

Menurutnya saat ini ada 7 desa yang lahan sawahnya, tertutup oleh proyek jalan tol. Yakni Desa Simbang Kulon, Simbang Wetan, Pakumbulan, Bligo, Tangkil Kulon, Pekajangan, dan Wuled. Namun tidak tertutup kemungkinan ada desa lain yang sawahnya juga tidak bisa ditanami, karena salurannya tertutup timbunan tanah proyek tersebut.

“Saat ini sebenarnya mulai musim tanam. Tapi karena saluran airnya terdampak proyek tol, dan sebagian saluran irigasi tertimbun tanah dari proyek tol, kami warga dari 7 desa tidak bisa lagi mengerjakan lahan sawah,” ungkap Suhaemi.

Dia juga mengatakan pihak pelaksana proyek jalan tol Batang Pemalang, harus memberikan solusi atau membayar ganti rugi, kepada petani yang sawahnya terdampak proyek jalan tol. Karena ada 200 petani yang kini tidak bisa lagi bekerja karena lahan sawahnya mengering dan tidak bisa ditanami padi.

Menurutnya Pemda Kabupaten Pekalongan, dalam hal ini Dinas PSDA ESDM harus memberikan solusi atau membantu, agar ratusan hektare sawah kembali bisa ditanami padi, dan ratusan petani bisa kembali bekerja. “Saya mohon baik rekanan atau dinas memberikan solusi atau membayar ganti rugi, karena sawah kami mengering dan tidak bisa ditanami padi lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PSDA ESDM, Bambang Pramukamto, membenarkan ada beberapa warga dan kelompok tani yang melapor ke kantornya karena lahan sawahnya tidak lagi bisa ditanami padi, terdampak adanya aktivitas dari proyek jalan tol Pemalang-Batang, yang menutup saluran irigasi persawahan milik warga.

Menurutnya pihaknya telah melakukan koordinasi kepada PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR), selaku pelaksana proyek tol Pemalang-Batang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Karena sawah di tujuh desa tidak bisa ditanami.

“Untuk saluran tersier memang ada beberapa yang terganggu. Sekitar 125 hektare lahan sawah, yang tersebar pada tujuh desa tidak bisa ditanami, karena suplai air terganggu. Kami sudah mengoordinasikan hal tersebut kepada pihak PBTR, dan saat ini sedang dicari soluasinya,’’ jelas Bambang Pramukanto. (thd/ric)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

More Articles Like This

Must Read

Kapolres : Kritik Untuk Layanan Lebih Baik

BATANG - Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga beserta Ketua Bhayangkari Batang melakukan kunjungan Kerja di Polsek Gringsing, Selasa (28/11). Kunjungan ini dalam rangka...

Diduga Pengurus Parpol, PPS Sumowono Mundur

UNGARAN–Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Lanjan Kecamatan Sumowono berinisial QR, akhirnya mundur dari jabatannya. Setelah mencuat dugaan bahwa dirinya masuk dalam kepengurusan Partai...

30 Poin Lawan Bea Cukai

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tiga puluh poin uraian kesimpulan disampaikan bos pabrik rokok Muncul Sejahtera dari Sidoarjo, Samsuyar, dalam gugatan praperadilan melawan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Semarang,...

Mengenal Red Car Community of Indonesia Chapter Semarang

Para pencinta mobil warna merah Kota Atlas tergabung dalam Red Car Community of Indonesia (RCCI) Chapter Semarang. Mereka memilih mobil merah karena dianggap berani,...

KMP Dharma Fery II Kandas, Ratusan Penumpang Telantar

JawaPos.com - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Dharma Fery II kandas di Muara Sungai Pawan, Kabupaten Ketapang, Jumat (6/7) sekitar pukul 19.00 WIB. Akibatnya, 668...

Terlalu Cepat Keluar

Tanya dr Andi: RADARSEMARANG.COM - Saya sulit sekali bertahan lama dan cepat sekali keluar, mungkin cuma beberapa detik saja. Padahal saya sudah menikah 16 tahun...