Terdampak Tol, 125 Ha Sawah Mangkrak

307
TERTIMBUN : Pekerjaan proyek di Desa Tankil Kulon, Kecamatan Kedungwuni, yang menutup saluran air irigasi yang saat ini sedang dilakukan pihak PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR). (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
TERTIMBUN : Pekerjaan proyek di Desa Tankil Kulon, Kecamatan Kedungwuni, yang menutup saluran air irigasi yang saat ini sedang dilakukan pihak PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR). (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Lebih dari 125 hektare sawah yang ada di Kabupaten Pekalongan tidak dapat ditanami padi, meski saat ini musim hujan. Pasalnya, sawah yang mengandalkan curah hujan, dan saluran dari bendungan atau pengairan sungai tersumbat adanya pengerjaan proyek pembangunan jalan tol Batang Pemalang yang mulai dilakukan selama 4 bulan terakhir.

Adapun 125 hektare sawah yang semula subur, dan kini tidak bisa ditanami padi, tersebar pada 7 desa. Yakni Desa Simbang Kulon, Simbang Wetan, Pakumbulan, Bligo, Tangkil Kulon, Pekajangan, dan Wuled. Sedangkan puluhan hektare sawah lainnya yang mulai mengalami kekeringan air terjadi pada desa yang ada di Kecamatan Bojong.

Pengurus Paguyuban Kelompok Tani Makmur Tani, Suhaemi,54, Kamis (2/3) mengungkapkan dirinya bersama beberapa kelompok tani lainnya telah melapor ke Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral (PSDA ESDM), terkait lahan sawahnya yang tidak bisa ditanami. Sebab saluran irigasi persawahan tertutup proyek pembangunan jalan tol.

Menurutnya saat ini ada 7 desa yang lahan sawahnya, tertutup oleh proyek jalan tol. Yakni Desa Simbang Kulon, Simbang Wetan, Pakumbulan, Bligo, Tangkil Kulon, Pekajangan, dan Wuled. Namun tidak tertutup kemungkinan ada desa lain yang sawahnya juga tidak bisa ditanami, karena salurannya tertutup timbunan tanah proyek tersebut.

“Saat ini sebenarnya mulai musim tanam. Tapi karena saluran airnya terdampak proyek tol, dan sebagian saluran irigasi tertimbun tanah dari proyek tol, kami warga dari 7 desa tidak bisa lagi mengerjakan lahan sawah,” ungkap Suhaemi.

Dia juga mengatakan pihak pelaksana proyek jalan tol Batang Pemalang, harus memberikan solusi atau membayar ganti rugi, kepada petani yang sawahnya terdampak proyek jalan tol. Karena ada 200 petani yang kini tidak bisa lagi bekerja karena lahan sawahnya mengering dan tidak bisa ditanami padi.

Menurutnya Pemda Kabupaten Pekalongan, dalam hal ini Dinas PSDA ESDM harus memberikan solusi atau membantu, agar ratusan hektare sawah kembali bisa ditanami padi, dan ratusan petani bisa kembali bekerja. “Saya mohon baik rekanan atau dinas memberikan solusi atau membayar ganti rugi, karena sawah kami mengering dan tidak bisa ditanami padi lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PSDA ESDM, Bambang Pramukamto, membenarkan ada beberapa warga dan kelompok tani yang melapor ke kantornya karena lahan sawahnya tidak lagi bisa ditanami padi, terdampak adanya aktivitas dari proyek jalan tol Pemalang-Batang, yang menutup saluran irigasi persawahan milik warga.

Menurutnya pihaknya telah melakukan koordinasi kepada PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR), selaku pelaksana proyek tol Pemalang-Batang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Karena sawah di tujuh desa tidak bisa ditanami.

“Untuk saluran tersier memang ada beberapa yang terganggu. Sekitar 125 hektare lahan sawah, yang tersebar pada tujuh desa tidak bisa ditanami, karena suplai air terganggu. Kami sudah mengoordinasikan hal tersebut kepada pihak PBTR, dan saat ini sedang dicari soluasinya,’’ jelas Bambang Pramukanto. (thd/ric)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here