Tembakau Gorila Masuk Magelang

326
NARKOTIKA BARU : Dua tersangka pemakai dan pengedar tembakau gorila yang berhasil ditangkap petugas Satresnarkoba Polres Magelang Kota. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)
NARKOTIKA BARU : Dua tersangka pemakai dan pengedar tembakau gorila yang berhasil ditangkap petugas Satresnarkoba Polres Magelang Kota. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)

MAGELANG – Merokok bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Apalagi bila yang dihisap adalah tembakau gorila. Bisa-bisa malah berurusan dengan polisi.

Seperti yang dialami dua pemuda asal Kota Magelang. Fendi Risky Kurniawan alias Pepen, 19, dan Chandra Yusuf Perkasa alias Cendol, 22. Mereka dicokok Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Magelang Kota. Keduanya ditangkap lantaran diduga memakai dan mengedarkan narkotika golongan I itu.

Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo mengatakan, Pepen ditangkap petugas di Jalan Ahmad Yani, Kota Magelang. Tepatnya di depan Toko Merapi Sablon, Senin (12/2).

Polisi yang biasa melakukan patroli merasa curiga dengan gelagat tubuh Pepen. Sebab, di atas sepeda motornya, warga Kampung Meteseh Utara, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah itu tampak clingak-clinguk. Gerak-geriknya seperti tengah mengawasi kondisi sekitar.

”Karena curiga, petugas mencoba menghampiri. Saat badannya digeledah, ditemukan tembakau gorila seberat 0,84 gram yang dibungkus plastik. Dan satu linting tembakau serupa dengan berat 0,14 gram siap pakai yang disimpan di bekas bungkus rokok,” kata Hari saat gelar perkara di Mapolres setempat, kemarin.

Saat diselidiki lebih lanjut, diketahui Pepen membeli tembakau gorila dari temannya yang kini masih dalam pengejaran polisi. Ia mengaku, sengaja membeli lantaran hanya sebatas coba-coba. ”Tembakau gorila ini tengah menjadi tren bagi remaja. Padahal dampaknya lebih berbahaya dari ganja,” terang dia.

Lantaran narkotika jenis baru sudah masuk ke Kota Magelang, polisi lebih mengintensifkan patroli dan observsi di beberapa lokasi. Termasuk kos-kosan yang ditengarai menjadi tempat persembunyian pengedar barang haram yang juga akrab disebut tembakau kingkong itu.

Benar saja, berselang sehari usai penangkapan Pepen, polisi meringkus Cendol di kamar kosnya di Kampung Malanggaten, Kelurahan Rejo Utara, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang sekitar pukul 19.30 WIB. Saat digeledah, ditemukan tembakau berbahaya seberat 15,01 gram yang dibagi menjadi 17 bungkus plastik siap edar.

”Pengungkapan ini berkat bantuan informasi dari warga. Pelaku mengaku membeli dari media sosial instagram dan dijual secara eceran,” ungkap Hari.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 114 ayat 2 dan atau Pasal 112 ayat 2 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkoba juncto Permenkes Nomor 02 Tahun 2017 tentang perubahan golongan narkotika. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp 10 miliar. (cr1/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here