33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Tembakau Gorila Masuk Magelang

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

MAGELANG – Merokok bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Apalagi bila yang dihisap adalah tembakau gorila. Bisa-bisa malah berurusan dengan polisi.

Seperti yang dialami dua pemuda asal Kota Magelang. Fendi Risky Kurniawan alias Pepen, 19, dan Chandra Yusuf Perkasa alias Cendol, 22. Mereka dicokok Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Magelang Kota. Keduanya ditangkap lantaran diduga memakai dan mengedarkan narkotika golongan I itu.

Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo mengatakan, Pepen ditangkap petugas di Jalan Ahmad Yani, Kota Magelang. Tepatnya di depan Toko Merapi Sablon, Senin (12/2).

Polisi yang biasa melakukan patroli merasa curiga dengan gelagat tubuh Pepen. Sebab, di atas sepeda motornya, warga Kampung Meteseh Utara, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah itu tampak clingak-clinguk. Gerak-geriknya seperti tengah mengawasi kondisi sekitar.

”Karena curiga, petugas mencoba menghampiri. Saat badannya digeledah, ditemukan tembakau gorila seberat 0,84 gram yang dibungkus plastik. Dan satu linting tembakau serupa dengan berat 0,14 gram siap pakai yang disimpan di bekas bungkus rokok,” kata Hari saat gelar perkara di Mapolres setempat, kemarin.

Saat diselidiki lebih lanjut, diketahui Pepen membeli tembakau gorila dari temannya yang kini masih dalam pengejaran polisi. Ia mengaku, sengaja membeli lantaran hanya sebatas coba-coba. ”Tembakau gorila ini tengah menjadi tren bagi remaja. Padahal dampaknya lebih berbahaya dari ganja,” terang dia.

Lantaran narkotika jenis baru sudah masuk ke Kota Magelang, polisi lebih mengintensifkan patroli dan observsi di beberapa lokasi. Termasuk kos-kosan yang ditengarai menjadi tempat persembunyian pengedar barang haram yang juga akrab disebut tembakau kingkong itu.

Benar saja, berselang sehari usai penangkapan Pepen, polisi meringkus Cendol di kamar kosnya di Kampung Malanggaten, Kelurahan Rejo Utara, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang sekitar pukul 19.30 WIB. Saat digeledah, ditemukan tembakau berbahaya seberat 15,01 gram yang dibagi menjadi 17 bungkus plastik siap edar.

”Pengungkapan ini berkat bantuan informasi dari warga. Pelaku mengaku membeli dari media sosial instagram dan dijual secara eceran,” ungkap Hari.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 114 ayat 2 dan atau Pasal 112 ayat 2 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkoba juncto Permenkes Nomor 02 Tahun 2017 tentang perubahan golongan narkotika. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp 10 miliar. (cr1/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

SMP Kesatrian 1 Semarang Gelar Bakti Sosial

SEMARANG - Dalam rangka HUT Yayasan Pendidikan Kesatrian 67 Ke-50 SMP Kesatrian 1 Semarang berbagi kasih dengan menggelar bakti sosial (baksos) bagi masyarakat di...

Ajak Mahasiswa Kembangkan Potensi Diri

RADARSEMARANG.COM - Pak Olan, nama sapaan dari Kastolani ini cukup populer di kalangan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Mulai dari office boy,...

15 Napi Kendal Dipindahkan ​ke Nusakambangan

KENDAL — Sebanyak 15 nara pidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Kendal, dipindahkan ke Lapas Batu dan Lapas Narkotika di Nusakambangan,...

Paralegal Bisa Terancam Pidana 5 Tahun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Bagi paralegal yang masih nekat memberikan bantuan hukum hingga ke pengadilan bisa terancam pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta....

Mabes Polri: Terorisme Bertentangan dengan Isi dan Makna Alquran

JawaPos.com - Kegelisahan sejumlah orang akan isu Densus 88 yang menjadikan Alquran sebagai barang bukti pengungkapan teroris akhirnya terjawab. Polri memastikan selama ini tidak...

Kursi Stadion Akan Dibongkar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kontraktor proyek pemasangan tempat duduk di tribun timur Stadion Citarum Semarang dinilai asal-asalan. Sebab, pemasangan kursi penonton itu diduga tidak sesuai spesifikasi,...