Tawuran, Siswa SMP

Bawa Gir dan Pisau

790
DIBINA: Para siswa SMP yang diamankan dilakukan pembinaan disaksikan orang tua dan gurunya. (HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBINA: Para siswa SMP yang diamankan dilakukan pembinaan disaksikan orang tua dan gurunya. (HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kasus tawuran pelajar semakin marak. Ironisnya, kini pelakunya siswa SMP. Kemarin, aparat Polsek Mijen berhasil menjaring 17 siswa SMP dari empat sekolah. Mereka diamankan lantaran hendak melakukan aksi tawuran. Selain itu, petugas mengamankan tujuh sabuk yang dilengkapi gir sepeda motor, sebilah pisau, satu roda besi, satu tutup karburator, serta sabuk besi dan petasan yang akan dipakai senjata tawuran. Mereka langsung diamankan di Mapolsek Mijen untuk pendataan dan pembinaan.

Kapolsek Mijen, Kompol H Baihaqi, mengatakan, aksi tawuran pelajar berhasil digagalkan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat. Aksi tawuran melibatkan siswa dari empat SMP.

”Siswa SMP Negeri 23 Semarang bergabung dengan siswa SMP Filial 23 Semarang. Kemudian siswa SMP Muhamadiyah 08 bergabung dengan SMP Negeri 35 Semarang membentuk kelompok gank vodka,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (2/3).

Baihaqi menerangkan, pemicu tawuran diduga saling ejek, hingga salah satu kelompok tidak terima dan berencana melakukan aksi tawuran di Jalan Untung Suropati, Pucung, Kedungpane, Mijen sekitar pukul 10.00 kemarin.

”Tawuran bermula dari BBM-an yang saling menantang, sehingga antarkelompok menyanggupi untuk melakukan tawuran sepulang sekolah,” terangnya.
Dikatakan, para pelajar yang hendak tawuran sebelumnya melakukan iuran sebesar Rp 1.000 untuk membeli petasan. Suara petasan tersebut digunakan sebagai sandi dimulainya aksi tawuran. Sehingga masing-masing kelompok sudah berkumpul dengan membawa alat dan tinggal menunggu aba-aba dari suara petasan tersebut. Beruntung sebelum petasan dinyalakan, aksi ini berhasil digagalkan oleh aparat Polsek Mijen yang mendapat informasi dari masyarakat. Kedatangan petugas membuat para pelajar berusaha kabur. ”Sempat terjadi kejar-kejaran hingga 17 siswa yang terlibat berhasil kami amankan,” katanya.
Mereka yang berhasil ditangkap langsung dibawa ke Mapolsek Mijen untuk didata dan pembinaan. Mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan dengan diketahui pihak sekolah dan orang tua masing-masing.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah pencegahan terhadap aksi tawuran pelajar hingga tertib berlalu lintas. Selain itu, kepolisian juga telah melakukan patroli di titik-titik tempat berkumpulnya para pelajar. ”Baik Babinkambtibmas maupun anggota kepolisian sudah rutin melakukan patroli. Kita juga mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan,” katanya. (mha/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here