Prudential Bayar Klaim Rp 5,2 T

1380
BERKEMBANG: Peluncuran produk Pru Prime Healthcare dari Prudential, kemarin di Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERKEMBANG: Peluncuran produk Pru Prime Healthcare dari Prudential, kemarin di Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Asuransi Prudential Indonesia berkembang cukup pesat. Pada kuartal pertama dan kedua tahun lalu, pembayaran klaim mencapai Rp5,2 triliun. Nilai klaim yang dibayarkan tersebut kemungkinan masih akan besar pada tahun 2017 ini.

Deputy Chief Operations Officer Prudential Indonesia, Dian Budiani mengatakan, nilai tersebut dibayarkan untuk sejumlah klaim dan jenis penyaki mulai dari penyakit berat hingga ringan. Menurutnya, sejumlah klaim terbesar untuk para nasabah terdiri untuk penyakit kanker, jantung dan kelainan tulang. “Kasus terakhir menyangkut pula kecelakaan. Rerata biaya pengobatan mencapai Rp30 juta – Rp60 juta untuk sekali rawat inap,” katanya, saat mengenalkan produk Pru Prime Healthcare, kemarin

Ia mengambil contoh pada penyakit kanker dan jantung yang butuh biaya sekitar Rp60 juta maupun lebih. Sedangkan, kelainan tulang mencapai biaya pengobatan sebesar Rp30 juta ke atas. Hal ini dikarenakan, pasien tidak hanya menjalani rawat jalan sekali namun berkali-kali.

Pihaknya mengaku jika pihak persahaan juga telah membayar biaya pasien yang menjalani perawatan di luar negeri. Pada tahun 2015, klaim yang sudah dibayarkan klaim sebanyak 7157 untuk pengobatan di luar negeri. “Kebutuhan untuk berobat ke luar negeri Rp30 juta – Rp180 juta untuk sekali pengobatan. Angka tersebut untuk kasus penyakit ringan, penyakit berat bisa lebih banyak,” bebernya.

Menurutnya mempersiapkan dana untuk kebutuhan kesehatan sangatlah penting karena untuk menghadapi kemungkinan harus rawat inap. Kebutuhan rawat inap akan diakomodasi dengan produk terbaru, Pruprime healthcare yang merupakan produk inovasi bagi pasien rawat inap yang komprehensif dan global. “Produk rawat inap tersebut akan membayar biaya rumah sakit sesuai tagihan, sehingga nasabah lebih fokus terhadap pemulihan dan berlaku di luar negeri,” ucapnya. (den/smu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here