PLTU Batang Beroperasi 2020

373
PAPARAN : Presdir PT Bhimasena Power Indonesia, Takashi Irie saat memaparkan perkembangan pembanguna PLTU Batang, Kamis (2/3). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
PAPARAN : Presdir PT Bhimasena Power Indonesia, Takashi Irie saat memaparkan perkembangan pembanguna PLTU Batang, Kamis (2/3). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Menunjukkan progres yang positif, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), optimistis pada 2020 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, di wilayah Kabupaten Batang, dengan kapasitas 2 X 1.000 Megawatt (MW) ini bisa beroperasi.

“Proses pekerjaan konstruksi fisik kini telah mencapai 23 persen. Kami optimis 2020 biSa segera beroperasi,” ujar Presiden Direktur (Presdir) PT BPI Takashi Irie, Kamis (2/3).

Diakui, meski proses awal pembebasan lahan untuk PLTU ini sebelumnya sempat tersendat selama hampir empat tahun, tahapan pekerjaan konstruksi saat ini sudah dapat dilaksanakan dengan capaian yang bagus, walaupun baru 8 bulan.

Hal tersebut sesuai dengan isi kerjasama antara pemerintah dalam hal ini PLN dengan Swasta. Yang mana telah ditargetkan pada 2020 mendatang harus beroperasi.

Dijelaskan Takashi Irie, PLTU Batang yang menempati lahan seluas 226 hektare ini mengaplikasikan teknologi Ultra Super Critical (USC) pertama dan berskala besar yang pernah ada di Indonesia. Bahkan satu-satunya di ASEAN.

Teknologi  tersebut memiliki sejumlah keunggulan seperti efisiensi panas yang lebih tinggi. USC juga memungkinkan konsumsi batu bara serta emisi CO2 yang lebih rendah dibanding teknologi sebelumnya.

Terkait hal ini, ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang telah bekerjasama dan mendukung kelancaran pembangunan PLTU dengan investasi proyek senilai US$ 4,2 miliar ini. Baik pemerintah, pihak pemberi pinjaman, serta masyarakat.

Ia juga mengatakan, kehadiran PLTU Batang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi  pemerataan pembangunan dan pertumbuhan perekonomian nasional dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik nasional yang semakin meningkat. PT BPI juga berkomitmen mendukung pemberdayaan maupun peningkatan kapasitas masyarakat yang berada di sekitar PLTU Batang melalui berbagai program CSR nya.

Seperti pelatihan motivasi dan kewirausahaan pada sejumlah usaha kecil di Batang, permodalan, peningkatan keterampilan hingga bantuan program pendidikan dan kesehatan.

Ditambahkan Direktur PT BPI W Adjinugroho, kurangnya penyerapan tenaga lokal hanya masalah kompetensi saja. Jika ke depan saat rekrutmen mampu, bisa digunakan.

Terkait masih lambannya pembangunan, menurut Adji hanya faktor cuaca saja. Jika kedepan cuaca membaik, tentu pembangunan fisik akan cepat selesai. Karena posisi saat ini, untuk pembuatan tiang pancang hampir selesai.

Ditambahkan pula, ditargetkan pada 2018 sudah dilakukan pemasangan mesin – mesin utama. Serta konstruksi pendukung lainya, sehingga dua tahun berikutnya siap operasi.

“Kami targetkan pada Mei 2020 mesin di unit 1 sudah beroperasi, sedang unit 2 kami targetkan November ditahun yang sama,” jelasnya. (han/ric)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here