33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Meninggal di Tempat Kursus

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

BANJARNEGARA – M Imam Sutrisno, 44, warga RT 3 RW 1 Desa/Kecamatan Sigaluh ditemukan meninggal dunia di tempat kursus di Sigaluh, Selasa (28/2). Jasad korban ditemukan sudah dalam keadaan kaku di dalam kantor Lembaga Pelatihan dan Penyaluran Kerja ke Korea Selatan itu.

Kapolsek Sigaluh AKP Subeno mengatakan, penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui Intan Setyarini, warga RT 4 RW 3 Kelurahan Sokanandi yang datang ke tempat kursus untuk belajar sekitar pukul 09.00 WIB. Setibanya di tempat kursus, LPK masih dalam kondisi terkunci. Namun lampu masih dalam keadaan menyala. Karena pintu masih terkunci, Intan berinisiatif mengetok-ketok pintu. Namun tidak ada respon. “Intan kemudian meminta bantuan tukang bengkel sebelahnya yaitu saudara Anan,” terangnya.

Kemudian Anan memanjat tembok untuk memeriksa kondisi di dalam. Setelah sampai di lantai atas, Anan turun untuk mengecek lantai bawah dan mendapati sepeda motor korban masih berada di dalam. “Kemudian dia mengintip ke dalam kamar melalui lubang angin dan melihat Imam dalam posisi tertidur,” jelasnya.

Anan lalu mengetok pintu kamar. Namun tidak ada respon. Karena pintu kamar dalam kondisi terkunci, dia mengajak beberapa orang untuk mendobrak pintu kamar. Setelah didobrak, ternyata Imam sudah kaku. Subeno mengatakan, berdasarkan keterangan sebelum ditemukan meninggal dunia, Imam sering berobat ke dokter karena sakit perut dan demam. Oleh karena itu, pihak keluarga meminta jenazah tidak diotopsi. (drn/acd/jpg/ton)

 

Berita sebelumyaRawan Longsor, Diterasering
Berita berikutnyaMaling Sembako Dibekuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

7 Bulan Kejati Selamatkan Rp 7 M   

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Prestasi yang cukup membanggakan patut disematkan kepada instansi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Maklum saja, dalam kurun waktu Januari hingga Juli...

Menengok Mbah Supini di Panti Rehabilitasi Sosial Among Jiwo

Sehari semalam di UPTD Panti Rehabilitasi Sosial Among Jiwo Dinas Sosial Kota Semarang, nenek Supini, 93, rupanya masih shock. Lansia yang diduga menjadi korban trafficking (perdagangan orang)...

Perubahan Nama CMJT Dikonsultasikan

SEMARANG - Komisi C DPRD Jateng berkonsultasi ke Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri di Jakarta terkait raperda inisiatif tentang perubahan nama Perusda Citra...

16 Tim Futsal Berlaga di Kagama Junior  

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - SMA Kesatrian 2 Semarang menggelar kompetisi futsal liga Kagama Junior 2018 pada Kamis-Sabtu (1-10/2) di lapangan futsal SMA Kesatrian  2 Semarang. Ajang ini diikuti...

25 Tahun Semarang Cartoon Club (SECAC)

Berdiri sebagai organisasi independen pada 16 April 1982, Semarang Cartoon Club (SECAC) yang diketuai M Chudori merupakan sebuah komunitas beranggotakan kartunis profesional yang berdomisili di...

Besar, Peluang Kota Lama Diakui UNESCO

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Peluang Kawasan Kota Lama Semarang untuk masuk dalam warisan budaya dunia UNESCO di 2020 cukup besar. Peluang tersebut semakin besar karena...