Hidupkan Semangat Kebangsaan

127

SEMARANG – Realitas kekinian menunjukkan prasangka, kebencian, fitnah, intoleransi, dan kekerasan sangat mengancam kebinekaan dan demokrasi. Padahal, semangat hidup bersama di atas perbedaan dan semangat kebangsaan telah dijadikan landasan oleh para pendiri bangsa dalam membangun Indonesia yang penuh tantangan.

Menguatnya politik identitas yang mengedepankan kepentingan kelompok dan golongan, serta minimnya ruang-ruang perjumpaan yang memungkinkan dialog antar kelompok yang berbeda, membuat bangsa ini tersekat-sekat dalam kelompok-kelompok yang saling menghujat. Pada gilirannya mengakibatkan ikatan persaudaraan dan solidaritas anak bangsa terancam.

UIN Walisongo sebagai komunitas dan kelompok intelektual memiliki tanggung jawab moral dan peran strategis dalam menyikapi persoalan kebangsaan tersebut. Yaitu dengan menyuarakan pandangan moderat dan mengambil langkah konkret guna menghidupkan semangat kebangsaan, nasionalisme dan cinta tanah air di ruang publik. Terkait hal itu, para dosen muda UIN Walisongo berinisiatif menggelar sebuah forum diskusi akbar yang akan dihadiri oleh para Guru Besar dan akademisi dari universitas-universitas di Jawa Tengah.

Forum yang diberi nama Rahim Bangsa (Silaturahim Bangsa) ini rencananya akan diadakan pada 15 Maret 2017 mendatang di Wisma Perdamaian Semarang.

Sebagai langkah awal, kemarin, bertempat di aula 1 kampus 1 UIN Walisongo Semarang diselenggarakan pre-forum ”Rahim Bangsa” yang menghadirkan para Guru Besar se-UIN Walisongo.

Forum ini dihadiri sekitar seluruh Guru Besar dan akademisi di lingkungan UIN Walisongo dan menjadi ajang curah pendapat dalam konteks menjaga kesatuan bangsa di tengah keragaman bangsa Indonesia.

”Bineka Tunggal Ika sering didengungkan, tapi selama ini yang ditekankan kesatuannya, bukan keragamannya. Padahal secara logika, orang tidak mungkin bersatu jika tidak saling memahami,” ujar Prof Dr H Suparman, MAg. (ida/ric/ce1)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here