Hendi Jadi Pembina Layanan Publik Terbaik

256
HASIL KINERJA: Menteri PANRB RI menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sebagai Kepala Daerah Terbaik dalam Pelayanan Publik Nasional.
HASIL KINERJA: Menteri PANRB RI menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sebagai Kepala Daerah Terbaik dalam Pelayanan Publik Nasional.

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendapat apresiasi dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur, dalam hal pelayanan publik. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menpan RB di ruang serbaguna Kemenpan RB Jakarta, Kamis (2/3) pagi.

Pemberian penghargaan ini merupakan tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi unit pelayanan publik tertentu di 59 daerah role model yang dinilai telah memberikan pelayanan publik dengan baik. Hasilnya, Kota Semarang berhasil meraih nilai tertinggi di Indonesia dengan poin 89,65.

Menteri PANRB dalam sambutannya mengatakan bahwa pemberian penghargaan ini bertujuan untuk mengapresiasi kepala daerah dan unit penyelenggara pelayanan publik yang memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penghargaan kepada Wali Kota Semarang ini diharapkan bisa memotivasi daerah lain, khususnya 59 kabupaten/kota role model, agar kualitasnya meningkat.

”Unit penyelenggara pelayanan yang masuk kategori sangat baik diharapkan menjadi percontohan bagi unit penyelenggara pelayanan publik lainnya,” kata Menteri Asman.

Dengan bagusnya pelayanan publik di Kota Semarang, maka bagi daerah lain tidak usah jauh-jauh lagi studi banding di luar negeri. ”Mari kita ubah istilah studi banding menjadi studi tiru,” tegasnya.

Sementara itu Hendrar Prihadi menjelaskan bahwa untuk mewujudkan pelayanan publik yang baik, upaya reformasi birokrasi harus disertai dengan upaya revolusi birokrasi juga. ”Percuma saja kalau sistem pelayanan publiknya diubah, tetapi budaya pelayanan publiknya masih sama,” tegas Hendi sapaan akrabnya.

”Dalam catatan saya setidaknya ada 4 faktor yang mengakibatkan pelayanan publik tidak berjalan dengan baik, yaitu karena masyarakatnya apatis, pejabatnya oportunis, pemerintahnya normatif, dan pelayanannya represif. Sehingga hal-hal itulah yang harus kita ubah,” tambahnya.

Selain itu, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, juga menawarkan konsep SMART yang diterapkan oleh Kota Semarang untuk bisa diterapkan di daerah-daerah lain. SMART yang dimaksud adalah Systemic (terhubung sistem), Monitorable (terbuka dapat dimonitor), Accessible (dapat diakses kapan saja dan di mana saja), Reliable (berkomitmen penuh sehingga dapat dipercaya), dan Timebound (menetapkan batasan waktu pada setiap bentuk pelayanan).

Wali kota mengatakan bahwa penghargaan ini tidak lepas dari keterlibatan aktif masyarakat dalam memberikan  berbagai masukan, saran bahkan tidak jarang kritik yang  semuanya berujung pada perbaikan pelayanan. (zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here