Gaji 52 Pegawai Terancam Mandek

292

TEGAL – Dinas Perhubungan Kota Tegal mulai mengkhawatirkan kejelasan nasib 52 personel terminal yang gajinya terancam mandek. Sebab, meski sejak Januari hingga Maret ini masih ditanggung, terbatasnya kemampuan anggaran juga menjadi kendala bagi Dinas Perhubungan. Mengingat proses pendataan dan verifikasi P3D sudah dilaksanakan sejak Januari 2017 lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Tegal Johardi mengatakan, pihaknya mengaku belum bisa berkomentar banyak karena masih menunggu kejelasan resmi dari pusat terkait kelanjutan nasib 52 personelnya yang ditugaskan di terminal. Sebab menurutnya, dengan komposisi 22 PNS dan 30 tenaga honorer (non PNS) statusnya masih terganjal teknis dan mekanisme personel pengelola terminal yang rencananya ditarik ke pusat.

“Hingga saat ini, kami belum menerima surat resmi dari pusat yang semakin membuat kami cemas dengan status personel terminal,” ungkapnya.

Terkait proses penggajian hingga Maret, kata Johardi, pihaknya menyatakan masih menjadi tanggung jawab sementara Pemerintah Daerah. Hanya saja, mengacu pada kebijakan pengelolaan terminal tipe A yang harus dilimpahkan dan ditangani pusat secara otomatis disesuaikan. Namun, prosesnya masih menyisakan permasalahan pegawai yang seharusnya sudah ditetapkan menjadi tanggung jawab pusat.

Sementara itu, Kepala Terminal Tipe A Kota Tegal Teguh Prihatno menambahkan, terkait kelanjutan statusnya sebagai pengelola terminal pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada kewenangan pusat. Sebab, mengacu Rapat Konsolidasi Teknis Petugas Terminal Tipe A dan UPPKB Seluruh Indonesia semua tanggung jawab pengelolaan terminal harus tetap dilaksanakan meski sudah beralih kewenangan.

“Intinya, kapanpun ditarik ke pusat atau tetap menjadi pegawai daerah kami akan tetap melaksanakan tugas untuk pelayanan terminal,” imbuhnya. (syf/ela/jpnn/ric)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here