Dipungut Tarif Berlebih, Laporkan ke Dishub

207
HARUS TERTIB: Sejumlah mobil parkir di tepi Jalan Pemuda Kawasan Pecinan Kota Magelang. Masyarakat diminta berani menegur jukir yang menarik biaya lebih dari aturan. (DOK RADAR KEDU)
HARUS TERTIB: Sejumlah mobil parkir di tepi Jalan Pemuda Kawasan Pecinan Kota Magelang. Masyarakat diminta berani menegur jukir yang menarik biaya lebih dari aturan. (DOK RADAR KEDU)

MAGELANG – Pemkot Magelang menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran. Pada 2016 dengan target Rp 548,5 juta, realisasi Rp 590,5 juta. Tahun ini target menjadi Rp 605,9 juta.

“Target ini, optimistis tercapai,” kata Kabid Lalu Lintas dan Perparkiran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang, Chandra Wijatmiko, Kamis (2/3).

Ia mengaku, peningkatan target sudah melalui kajian, seiring adanya peningkatan penggunaan ruang parkir. Selain itu juga ada pertumbuhan lokasi parkir baru. “Saat ini ada 33 ruas jalan yang dimanfaatkan untuk lokasi parkir dengan 176 titik parkir,” ujarnya mewakili Kepada Dishub Kota Magelang, Suryantoro.

Ia merinci, tarif retribusi parkir di tepi jalan umum digolongkan berdasarkan zonasi. Zona satu di sekitar jalan protokol, sepeda motor dikenakan Rp 1.000, mobil sedan hingga kendaraan bermotor roda tiga Rp 2.000. Untuk truk dan bis sedang atau sejenisnya ditarik Rp 3.000 dan kereta gandengan, bis besar, truk besar dan atau kendaraan berat lainnya Rp 6.000.

Sedangkan di zona dua atau tempat tertentu seperti di sekitar gedung olahraga (GOR), sepeda motor ditarik Rp 1.000, mobil kecil Rp 4.000, kendaraan sedang Rp 6.000 dan kendaraan berat Rp 8.000.

“Kami mengimbau agar juru parkir menarik sesuai dengan ketentuan. Masyarakat juga harus tahu, saat membayar uang parkir itu bukan untuk menyewa lahannya, tapi untuk membayar jasa,” ungkapnya.

Karenanya, jika ada juru parkir yang menarik di luar ketentuan, masyarakat bisa langsung menegur juru parkir atau melaporkan ke Dishub. “Sejauh ini belum ada laporan resmi ke ke kami soal parkir, tapi kalau laporan dari media sosial ada. Salah satunya kena parkir ilegal,” imbuhnya.

Sebelum parkir, hendaknya masyarakat melihat kelengkapan seragam juru parkir resmi. Meliputi rompi, tanda pengenal, karcis dan tongkat senter seperti safety baton saat malam hari. Tujuannya, meminimalkan kejadian yang merugikan pemilik kendaraan.

“Kalau tidak diberi karcis, bisa ditanyakan. Dan kalau seragamnya tidak lengkap, jangan parkir di situ. Ini mengantisipasi pungutan liar dan parkir ilegal.” Meminta tanda bukti parkir juga menjadi kewajiban pemilik kendaraan yang akan menggunakan jasa parkir. (put/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here