Dari Bedah Film Bid’ah Cinta di Kampus UIN Walisongo

Baru Trailer Sudah Menimbulkan Pro dan Kontra

337
BAHAS FILM: Nurman Hakim (tiga dari kiri) memberikan penjelasan tentang film Bid’ah Cinta yang akan tayang serentak 16 Maret mendatang. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAHAS FILM: Nurman Hakim (tiga dari kiri) memberikan penjelasan tentang film Bid’ah Cinta yang akan tayang serentak 16 Maret mendatang. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Toleransi dalam memeluk agama yang mulai hilang coba diangkat Nurman Hakim ke layar lebar dengan meluncurkan film berjudul Bid’ah Cinta. Film besutan sutradara berambut gondrong ini mengisahkan asmara sepasang kekasih, antara pemuda bernama Kamal yang diperankan Dimas Aditya dan Khalida yang diperankan Ayushita.

ADENNYAR WYCAKSONO

NURMAN Hakim mengaku jika kedua remaja ini berasal dari dua latar belakang keluarga yang berbeda. Meski sama-sama berasal dari dua keluarga muslim, tapi mereka memiliki pandangan dan pemahaman dari sudut yang berbeda. Hingga akhirnya keduanya dibenturkan dengan konflik intoleransi dari keluarga dan lingkungan sekitar.

”Isu ini sangat relevan, model-model konflik seperti ini terjadi sudah lama. Masyarakat tidak sadar hidup berdampingan dan damai itu penting, bahkan saaat ini agama banyak ditumpangi dengan berbagai macam kepentingan,” kata Nurman saat bedah film Bid’ah Cinta di Aula II Kampus UIN Walisongo Semarang, Kamis (2/3) siang.

Ia mengungkapkan, jika film yang menyasar semua usia ini, sudah mulai digarap sejak 2015 silam sebelum konflik dan intoleransi antarumat beragama marak saat ini. Menurut dia, isu tersebut sangat relevan dengan kasus yang menjerat Ahok.

”Digarapnya sudah lama, isu yang diangkat adalah pentingnya hidup berdampingan dan saling memaafkan. Selain itu yang paling penting di mana pemeluk agama Islam harus menjadi orang yang toleran. Di sini, film dibuat dengan bahasa yang ringan agar mudah dicerna, namun tidak menghilangkan esensi dan kualitas film,” tuturnya.

Sebelum penggarapan, Nurman mengaku telah melakukan berbagai survei. Ia pun harus jeli untuk memilih pemain, dan harus memberikan wawasan dan cara pandang terhadap peran yang dijalankan. Premiere film yang rencananya akan diputar 11 Maret di Jakarta, dan tayang serentak 16 Maret mendatang ini telah menuai pro kontra di tengah masyarakat. ”Kebetulan trailer-nya sudah bisa dilihat di Youtube hingga menimbulkan pro kontra. Hal ini terjadi karena mereka belum melihat film secara keseluruhan dan belum bisa mengambil nilai yang ada,” ujarnya.

Ben Shobih, penulis naskah film Bid’ah Cinta mengaku, jika persoalan sosial terutama tentang agama ini saat ini marak terjadi. Dalam film tersebut, ia mengaku mempunyai misi memotret realitas yang ada di masyarakat saat ini yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan toleransi. ”Realitasnya memang ada, paling tidak pesan tentang toleransi bisa tersalurkan. Di sini ada banyak unsur, ada komedinya juga, percintaannya juga, dan masih banyak lagi. Sengaja tidak dibikin tegang karena agama itu kayak obat, kalau dosisnya kebanyakan malah bahaya,” candanya.

Yoga Pratama, pemeran Zaki dalam film ini mengaku, jika beberapa pemain memang mendapatkan tekanan dan pro kontra dari film tersebut. Padahal, menurut dia, film tersebut menekankan tentang pentingnya toleransi, yang memang ia jadikan sebagai misi tersendiri. ”Memang harus nonton dulu sampai habis, saat ini memang banyak komentar pedas namun buat saya menularkan toleransi dan menumbuhkan rasa itu pun sangat penting,” ucapnya.

Yoga menjelaskan, dalam film tersebut ia menjadi sosok kakak Khalidah yang memiliki watak yang cukup keras dan mempunyai pandangan yang berbeda. Peran tersebut, bagi Zaki cukup kuat dan menantang, karena dalam setiap pengambilan gambar, sosok Zaki ini hampir setiap hari berbenturan dengan orang di sekitarnya.

”Susahnya sih saat harus melakukan dialog yang panjang dan berbobot, emosi harus keluar, dan harus kuat juga sesuai karakter yang saya perankan,” katanya. (*/aro/ce1)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here